Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pengaduan Air PDAM Mati di Denpasar, 'Sudah 3 Hari Air Mati di Perum Puri Amertha'

Dari 19 pengaduan, 12 pengaduan terkait air mati, dan sisanya pipa bocor maupun air keruh.

Net
Ilustrasi air PDAM mati 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pro Denpasar yang merupakan tempat pengaduan rakyat online Kota Denpasar, Bali banjir aduan air mati.

Pasalnya sejak tanggal 1 Januari 2018 hingga berita ini diturunkan terdapat 19 pengaduan ke PDAM Denpasar.

Dari 19 pengaduan, 12 pengaduan terkait air mati, dan sisanya pipa bocor maupun air keruh.

Pengaduan terbaru, datang dari Dewa Gede Satrianata, Rabu (10/1/2017) pagi.

"Sudah 3 hari air mati di Perum Puri Amertha No. 10, Jln Gunung Patas III, Banjar Tegal Buah, Padang Sambian Kelod, mohon instansi terkait (PDAM) untuk menyalakan airnya, karena airnya kami pergunakan untuk memasak bahan jualan, sekali lagi mohon bantuannya," tulis Satrianata.

Ada juga aduan dari Made Panji Darmawan yang lumayan membuat panas telinga.

"Mantap jiwa.... dari kemarin air mati. Dan sekarang terulang kembali dari jam 5 pagi, sampai detik ini setetespun tdk ada mengalir. Klo sudah macet paling nanti malam jam 10an baru ngalir. Sampai kapan akan begini? Apa terus2an akan sprti ini? Apa tidak ada jalan keluarnya? Kecewaaaaaa," tulis Panji, Minggu (7/1/2017).

Aduan dari Panji inipun langsung ditanggapi oleh Kasubag Humas PDAM Denpasar.

"Terima kasih atas informasinya, terganggunya aliran air di alamat saudara Jl. Sekar Jepun Denpasar disebabkan karena pengaliran air dari SPAM Petanu mengalami gangguan dan kami tetap berusaha melakukan penggantian valve-valve kelapangab untuk pemerataan pengaliran petugas kami segera melakukan tindak lanjutnya. Mohon maaf atas kondisi yang terjadi," tulis humas PDAM.

Sementara itu, menurut Kasubag Humas PDAM Denpasar, I Gusti Anom Saputra yang ditemui di kantornya, Selasa (9/7/2018) siang, penyebab terganggunya pasokan air dikarenakan banjir yang terjadi di hulu Sungai Ayung tiga hari yang lalu.

"Dampaknya sampai di Blusung, Waribang, dan Tukad Penet. Dan untuk pasokan air dari penet ke Denpasar dari tanggal 3-10 Januari distop karena masih ada perbaikan pompa," terang Anom.

Pihaknya mengatakan, daerah yang terganggu berada di wilayah Padang Sambian, termasuk wilayah Denpasar Utara lainnya.

Selain itu, pasokan air juga terganggu di wilayah Denpasar Barat. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved