Serba Serbi
Begini Keunikan Tari Telek dan Barong yang Dipentaskan Saat HUT WHDI
Alunan gambelan dan kekidungan mengawali pementasan tari Telek dan Barong yang ditampilkan dalam puncak HUT WHDI ke-30
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRUBUN-BALI.COM, DENPASAR - Alunan gambelan dan kekidungan mengawali pementasan tari Telek dan Barong yang ditampilkan dalam puncak HUT WHDI ke-30 di Gedung Natya Mandala ISI Denpasar, Minggu (18/2/2018) siang.
Selanjutnya 10 penari dengan menggunakan gelungan dan membawa kipas mulai menari mengikuti alunan gambelan dan kidung tetap terdengar.
Selanjutnya keluar dua penari bertopeng wajah berwarna merah dan berkuku panjang.
Gambelan semakin 'rames' lalu keluar barong yang selanjutnya diikuti oleh rangda.
Barong dan rangda itu selanjutnya bertarung di atas panggung.
Telek dan Barong ini ditarikan oleh penari dari Yayasan Dwijendra Denpasar.
Menurut narator, tari Telek dan Barong ini merupakan tarian sakral yang biasa ditarikan di Desa Jumpai Klungkung.
"Tari ini biasanya disandingkan dengan barong dan rangda. Menggambarkan peperangan antra Dharma melawan Adharma," kata sang narator.
Secara mitologi, tarian ini memiliki makna untuk mengusir roh jahat. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tari-telek-dan-barong_20180218_150934.jpg)