Sosok Pria Perkasa yang Viral Angkut Motor dengan Pundak, Nyoman Kalor: Sehari Bisa 4 Motor
Ia yang viral di media sosial karena aksinya mengangkut sepeda motor dengan pundaknya mengaku hal itu biasa ia lakukan.
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketika boat merapat di tepi Pantai Sanur, menggunakan baju dan topi biru tanpa alas kaki, I Nyoman Kalor bergegas menyambanginya lalu mengangkat barang-barang bawaan penumpang.
Matahari yang bersinar tepat di atas ubun-ubun kepalanya tak ia hiraukan.
Langkah kakinya mantap dan tak tanggung-tanggung, tiga koper ia letakkan di pundaknya lalu bergegas melewati air dan naik melewati tumpukan bebatuan dengan cepat.
Setelah meletakkan barang tersebut, ia kembali mengambil beberapa barang penumpang.
Tak ada raut lelah di mukanya, dan bahkan dalam sehari ia mampu mengangkut 4 sepeda motor dengan pundaknya.
Usai mengangkut barang bawaan penumpang, Tribun Bali mendekatinya. Ia membalas jabat tangan lalu tersenyum ramah sembari bertanya, "wenten napi niki? (Ada apa ini?)."
Setelah mengutarakan maksud dan tujuan Tribun Bali menemuinya, jujur Kalor akui bahwa dirinya tak pernah latihan khusus untuk mengangkat sepeda motor dari darat ke dalam boat maupun sebaliknya.
Ia yang viral di media sosial karena aksinya mengangkut sepeda motor dengan pundaknya mengaku hal itu biasa ia lakukan.
"Karena biasa mungkin ya jadi biasa. Dan juga faktor keadaan yang mendorong saya untuk melakukannya," kata lelaki berkulit gelap ini, Minggu (18/2) siang sembari tertawa.
Selain itu, ia juga merasa kasihan kepada penumpang boat yang memiliki sepeda motor ketika teman-teman kerjanya tidak ada. Sehingga ia berinisiatif mengangkut motor tersebut sendiri.
"Kasian kan yang punya motor harus segera pulang, sehingga mau tak mau harus dicoba. Saya juga berpikir, mengangkut beras 100 kg saja bisa, kenapa mengangkat motor yang beratnya kurang dari itu tidak bisa," kata Kalor yang kini berusia 45 tahun.
Sejak 10 tahun yang lalu ia mengangkut sepeda motor dengan pundaknya. Awalnya ia belajar menjaga keseimbangan tubuh terlebih dahulu apalagi saat di air.
Kondisi ombak juga sangat mempengaruhi langkahnya.
Jika ombak besar, maka ia akan menunggu celah melewati ombak tersebut menuju ke boat begitu juga sebaliknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/i-nyoman-kalor_20180219_084727.jpg)