Datang dari Tahun 2043, Pria Ini Ramalkan Kehancuran Bumi Diawali Perang Nuklir pada Akhir 2019
Klaim terbaru muncul dari seoang pria yang mengaku telah melakukan penjelajahan di masa depan.
TRIBUN-BALI.COM - Ramalan tentang masa depan masih menjadi hal yang sangat menarik dibahas karena banyak orang yang penasaran.
Banyak klaim menyatakan, penelitian yang sedang dilakukan tentang kehidupan mendatang akan menjadi nyata.
Tidak hanya sekali dua kali, berbagai teori dan prediksi tentang masa depan Bumi ini sudah berulang kali muncul.
Bahkan, ada orang yang mengaku datang dari masa depan untuk memperingatkan kita akan bencana yang terjadi pada dunia ini kemudian hari.
Klaim terbaru muncul dari seoang pria yang mengaku telah melakukan penjelajahan di masa depan.
Ialah Michael Phillips, penjelajah waktu yang mengatakan lahir pada 2043 dalam wawancaranya di saluran YouTube Apex TV.
Pada usia 18 tahun, ia mengaku bergabung dalam dunia militer.
Ia juga mengklaim bahwa serangan 11 September direkayasa.
"Amerika butuh alat pemersatu untuk membawa negera mereka kembali bersama-sama dan menghidupkan kembali perang sipil, yaitu dengan serangan 9/11," ungkap Michael.
Michael yang mengaku lahir di tahun 2043 itu melakukan perjalanan kembali ke masa kini atas perintah sebuah badan pemerintah.
Ia juga mengklaim mesin waktu yang ia gunakan kemungkinan berasal dari alien.
Tak hanya ramalan 9/11 yang direkayasa, Michael juga memperingatkan kita untuk bersiap dengan Perang Dunia III.
"Negara akan saling serang dengan nuklir pada 2019," kata Michael dilansir dari viralsection (27/2/2018).
"Serangan itu melibatkan Korea Utara yang mencoba meluncurkan rudal nuklir ke Honolulu di Hawaii dan ASmembalas dengan dua rudal nuklir andalannya," imbuhnya.
"Rusia dan China melawan Inggris dan Amerika serta beberapa negara lainnya. Perang itu berlangsung tidak lama tapi brutal. Tak terhitung jutaan orang terbunuh. Untungnya, senjata nuklir hanya digunakan dalam kapasitas terbatas."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/uji-coba-nuklir_20170306_140441.jpg)