Guru Besar Pencak Silat Kertha Wisesa dari Keluarga Pemecutan Berpulang, Ini Sosoknya
Siapa yang tidak kenal dengan pendiri perguruan silat Kertha Wisesa asal Pemedilan Wargi Pemecutan Baler Pura Tambagan Badung.
Penulis: Fauzan Al Jundi | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Guru besar perguruan pencak silat Kertha Wisesa, I Made Sujana Balok yang telah berpulang pada Kamis (1/3/2018), membuat masyarakat Bali kehilangan tokoh panutan yang telah banyak berjasa di pulau Bali.
Siapa yang tidak kenal dengan pendiri perguruan silat Kertha Wisesa asal Pemedilan Wargi Pemecutan Baler Pura Tambagan Badung.
Beliau dikenal masyarakat dengan sosok pemberani berwibawa yang mempunyai murid silat di seluruh penjuru Bali.
Banyak masyarakat segan dengan Made Sujana Balok yang biasa dipanggil Balok karena sikap sopan santunnya kepada semua teman-temannya.
Tidak hanya di masyarakat saja, di lingkungan keluarga Balok dikenal sebagai orang yang menjunjung etika sopan santun.
Hal tersebut diungkapkan oleh anak terakhirnya yang bernama Krisnandha Tri Sujana yang merupakan anak ke tujuh dari tujuh bersaudara.
Tri Sujana mengaku bangga dengan bapaknya yang selalu mengajarkan tata krama yang baik dalam keluarga dan bermasyarakat.
"Bapak dikenal dengan macan pemedilan, keberaniannya dan sikap tegasnya juga sikap tegasnya. Bapak itu selalu mengajarkan pengalamannya, selalu ngajarin kepada anak cucunya etika sopan santun dan menjadi manusia yang jujur," kata Krisnandha Tri Sujana kepada Tribun Bali, Sabtu (3/3/2018).
Menurut Tri Sujana, kenangan yang tidak bisa dilupakan dari bapaknya yakni prilaku seorang orang tua yang selalu membimbing dan menceritakan pengalamannya dalam segala hal kepada anak cucunya.
Sampai anak cucunya bisa menerapkan tata krama dengan etika sopan santun kepada keluarga dan masyarakat.
Menurutnya, di mata masyarakat mungkin bapaknya dikenal sebagai sosok tegas dan banyak yang segan dengan bapaknya.
Namun, figur asli dari Balok adalah orang yang ramah dan sangat sopan.
"Bapak tidak pernah mengajarkan hal yang buruk kepada anaknya, mungkin dulunya bapak dikenal sebagai orang yang keras dan banyak orang yang takut berbicara sama bapak tapi sebenarnya kalau sudah mengenal ternyata sangat berbeda," jelasnya.
Semua anak cucu dan sanak keluarga serta masyarakat sangat bangga dengan sosok Made Sujana Balok dan menjadi kebanggaan bagi semua keluarganya.
"Saya sangat bangga dengan jiwa berani beliau yang menjadi panutan keluarga, beliau adalah kebanggaan dari keluarga Pemecutan," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/made-sujana-meninggal_20180303_182820.jpg)