Layanan Internet Diminta Putus Saat Nyepi Agar Tidak Ada Yang Selfie, Ini Yang Terjadi Tahun Lalu

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali sudah meminta kepada Kementrian Informasi dan Komunikasi (kominfo)

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana Nyepi di Legian Kuta, Badung, Bali, Rabu (9/3/2016). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR  – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali sudah meminta kepada Kementrian Informasi dan Komunikasi (kominfo) untuk memutus layanan internet saat Hari raya Nyepi.

Hal ini untuk mengantisipasi agar momen Nyepi tidak dipakai untuk selfie-selfie.

Ketua PHDI Provinsi Bali yang juga menjabat Rektor IHDN Denpasar, Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengatakan sudah mengantisipasi kebiasaan selfie saat Hari Raya Nyepi Saka 1940 pada Sabtu (17/3/2018).

Berdasarkan hasil rapat PHDI berkaitan dengan fenomena ini, pihaknya telah melakukan beberapa langkah.

Langkah pertama, PHDI telah meminta kepada Kementrian Informasi dan Komunikasi supaya dalam pelaksanaan Nyepi layanan internet untuk daerah Bali dihentikan selama pelaksanaan Catur Brata penyepian berlangsung. 

"Oleh karena itu, mereka yang selfie dan mengunggah ke media sosial kan otomatis tidak bisa," kata Sudiana, Minggu (4/3).

Langkah kedua, sejak pelaksanaan Nyepi sebelumnya, pihaknya telah menghimbau supaya tidak ada lagi warga yang tinggal di Bali selama Nyepi berlangsung berfoto di jalan.

Selain itu, bagi mereka yang akan menerima tamu di hotel dihimbau untuk tidak menggunakan televisi atau hiburan lainnya.

"Bahkan ada juga film internasional yang mau syuting saat Nyepi saya tidak kasih. Biar dah dia marah-marah pokoknya tetap tidak saya kasih," imbuhnya. 

Sementaras itu, ada yang unik dalam Hari Raya Nyepi tahun 2018 ini, karena berbarengan dengan Hari Raya Saraswati yaitu Saniscara Kliwon Watugunung.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved