Dharma Wacana
Perempuan Hindu Bali Kuat dan Terhormat
Ketika kita berbicara peran wanita dalam kehidupan agama Hindu di Bali, rupanya wanita memiliki efeksentrum yang sangat luar biasa
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Ketika kita berbicara peran wanita dalam kehidupan agama Hindu di Bali, rupanya wanita memiliki efeksentrum yang sangat luar biasa dalam ritual keagamaan.
Mengapa? Hampir semua atau sebagian besar sarana upakara itu dikerjakan oleh pihak wanita.
Namun dalam hal ini kita harus sadari, bahwa hal tersebut bukanlah sebuah diskriminasi atau agama Hindu adalah agama patriarkhi.
Peran wanita yang lebih dominan ini, merupakan wujud dari ajaran Satyam Siwam Sundaram artinya, kebenaran, kesucian, dan keharmonisan.
Dalam ajaran agama kita, wanita digambarkan sebagai ciptaan Ida Sang Hyang Widhi yang memiliki sifat-sifat tersebut.
Dan di Bali, tiga sifat inilah dijadikan roh bagi aktivitas keagamaan secara vertikal dan horizontal.
Karena hal itulah, ketika ada ritual pengorbanan, penyelamatan, penebusan, dan pembebasan yang diwujudkan dalam simbol-simbol berupa sarana upakara, pastilah pengerjaannya didominasi oleh wanita.
Tujuannya, niat yang baik dimanifestasikan dengan perilaku yang baik, sehingga akan mencapai tujuan yang mulia.
Namun seiring dengan era revolusi, ada sebuah ideologi yang disebut dengan gerakan feminisme.
Maka, segala kegiatan keagamaan yang di dalamnya melibatkan peran penuh seorang wanita, mulai dikritisi.
Mereka menilai hal tersebut sebagai sebuah diskriminasi di bidang agama. Sebenarnya pemikiran itu tidak benar, jika mengacu pada ajaran Satyam Siwam Sundaram.
Namun demikian, kritik tersebut tidak boleh begitu saja dikesampingkan.
Terlebih lagi perempuan Bali pada umumnya, khususnya yang sudah memasuki jenjang grahasta (pernikahan), memiliki keharusan bekerja mencari nafkah.
Sebab mereka memiliki prinsip, “harga diri akan jatuh bila tidak bisa memberikan apa-apa pada keluarga, atau hanya berpangku pada suami,”.
Maka, supaya tidak mematikan prinsip wanita Bali ini, kaum laki-laki harus memberikan ruang untuk mereka berkarier.