Serba Serbi
Kisah Seorang Tamatan SD Kalahkan Seorang Professor ‘Di Atas Langit, Masih Ada Langit’
Kisah ini mungkin bisa kita petik dan menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa di atas langit masih ada langit.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kisah ini mungkin bisa kita petik dan menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua, bahwa di atas langit masih ada langit.
Seberapapun pandainya kita, pasti ada kekurangan yang kita miliki.
Seperti kisah yang dikatakan oleh Dingding Haerudin, Dosen Pendidikan Bahasa dan Budaya Sunda, Universitas Pendidikan Indonesia ketika ia menjadi pemateri Seminar Nasional di Pascasarjana IHDN Denpasar, Rabu (6/3/2018) berikut ini.
Baca: Ibarat Kupu-Kupu Itulah Cinta, Semakin Dikejar Semakin Ia Menjauh
Ada seorang profesor yang pandai akan melakukan sebuah penelitian ke suatu desa yang terpencil.
Ketika akan memasuki desa tersebut, ia melewati sebuah sungai yang airnya deras dan dalam.
Baca: Cinta Pertama, Ibu akan Hidup Selamanya dalam Diri Kita
Sementara, jalan untuk menuju desa tersebut hanya dengan cara menyeberangi sungai itu.
Baca: Lontar Aji Saraswati Merapu-Merbabu : Makna Filosofis Kepada Yang Menghamba Kebenaran Sejati
Maka sang professor menyewa sebuah kapal kecil yang dikemudikan oleh seorang pemuda desa.
Di tengah perjalanan ketika mengarungi sungai, professor tersebut bertanya kepada si pengemudi kapal.
"Kamu tamatan apa?"
Pemuda tersebut menjawab, "Saya hanya tamatan SD."
"Wah kamu tidak punya masa depan," kata professor itu.
Tidak sampai di situ saja, kembali professor itu bertanya, "Kamu bisa matematika?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pemandangan_20180307_141533.jpg)