Miliki Harta Melimpah Sosok Hari Darmawan Dikenal Suka Beramal dan Ramah, Keluarga Berduka
Semasa hidupnya, pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) Bogor yang juga pendiri Matahari Dept. Store, Hari Darmawan, dikenal sebagai sosok yang dermawan
TRIBUN-BALI.COM, BALI - Semasa hidupnya, pemilik Taman Wisata Matahari (TWM) Bogor yang juga pendiri Matahari Dept. Store, Hari Darmawan, dikenal sebagai sosok yang dermawan oleh masyarakat Cisarua, Kabupaten Bogor.
Sekretaris Desa Jogjogan, H. Jejen, mengatakan Hari merupakan sosok yang peduli dan ramah kepada warga sekitar vilanya maupun TWM.
"Tahun 2000-an Pak Hari suka memberikan sembako kepada warga sekitar. Biasanya pas mau Hari Raya Idul Fitri suka kasih THR juga," ujar H. Jejen, Sabtu (10/3).
Namun, sejak berdirinya TWM sekitar tahun 2007, Hari mulai tidak lagi memberikan bantuan kepada masyarakat yang bertempat tinggal di Desa Jogjogan, Cilember, dan Leuwimalang Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Hari tetap memperhatikan warga dengan merekrut sejumlah tenaga kerja dari tiga desa tersebut.
"Jadi masih ada perhatiannya, mayoritas tenaga kerja warga lokal, banyak yang kerja di TWM sampai ada yang buka warung juga di TWM," jelasnya.
Dia mengungkapkan, Hari di mata masyarakat setempat merupakan sosok yang ramah senyum.
"Iya saya juga sesekali bertemu. Cuma nyapa saja, senyum. Kelihatannya memang tidak sombong," ungkapnya.
Begitu mendengar Hari Darmawan meninggal, ratusan pelayat, tak terkecuali para mantan karyawan Matahari Departement Store, datang ke rumah duka.
"Sosok beliau tak ada duanya. Ini yang datang ke sini termasuk para mantan karyawannya di Matahari. Beliau ini sangat humble, sederhana. Beliau sangat Indonesia," ujar Ilham Fadjriansyah, juru bicara keluarga, Sabtu (10/3).
Selain itu, menurutnya, di mata para mantan karyawan ada kata-kata almarhum yang cukup berkesan.
"Kata‑kata beliau yang paling berkesan bagi saya yaitu cari keuntungan sebanyak‑banyaknya, tapi ambil secukupnya, karena sisanya untuk masyarakat. Contohnya, ambil secukupnya untuk operasional, karyawan, sisanya untuk masyarakat. Artinya apa? Ya sedekah," ungkap Ilham.
Hari Darmawan yang meninggalkan seorang istri dan empat orang anak itu juga dikenang sering terlihat melakukan olahraga ringan di pagi hari.
Mimah (23), seorang karyawan TWM, mengatakan Hari Darmawan sesekali terlihat di sekitaran TWM.
Senyum dan sapa pun kerap ditunjukkannya kepada para karyawan TWM. "Iya kalau lagi ada di TWM, karyawannya pasti disapa. Kalau ngajak ngobrol saya gak berani," ujarnya.
Mamih mengaku kerap melihat Hari melakukan aktivitas lari lagi di sekitaran kawasan TWM.
"Suka lari keliling TWM pagi‑pagi, sekalian cek karyawannya juga. Mungkin itu juga mengapa Pak Hari kelihatan sehat terus," ungkapnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Jasad almarhum Hari Darmawan (Pendiri Matahari Dept. Store) akhirnya tiba di Bali dengan menggunakan jasa cargo maskapai penerbangan, Minggu (11/3/2018) dinihari.
Pengurusan administrasi penerimaan cargo dan perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai hingga ke Rumah Suka Duka Kertha Semadi Denpasar cukup memakan waktu lama.
Keluarga almarhum tiba terlebih dahulu lalu disusul beberapa menit jenazah tiba di Rumah Duka tersebut sekira pukul 01.30 Wita dinihari.
Suasana duka dan haru langsung menyelimuti segenap keluarga dan kerabat almarhum yang terlihat dari mata memerah dan tampak sembab karena air mata.
Dari pantauan Tribun Bali di lapangan, para staf Rumah Suka Duka Kertha Semadi pun langsung menata secara rapi karangan bunga dan lilin di dekat peti almarhum Hari Darmawan.
Prosesi doa bersama mendoakan almarhum pun dilakukan dipimpin pengurus rumah duka.
Isak tangis dari Istri dan anak-anak almarhum tak terbendung lagi ketika terdengar lantunan doa bersama berlangsung.
Dari keterangan perwakilan keluarga mengatakan doa bersama akan dilakukan Minggu malam sampai selasa malam.
Baru pada hari Rabu pagi akan dilakukan kremasi di Krematorium Mumbul. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hari-darmawan_20180310_134445.jpg)