Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Puncak Mawar di Banjar Dewasana, Wisata ‘Ngehits’ Dengan Bunga Mawar Jumbo

Bahkan, wisata spiritual juga akan dikembangkan di banjar ini dengan sejumlah benda peninggalan sejarah sebagai daya tariknya.

Penulis: I Gede Jaka Santhosa | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribun Bali / I Gede Jaka Santhosa
Puncak Mawar di Banjar Dewasana 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Banjar Kertha Sentana atau Banjar Dewasana di Desa Pekraman Kertha Jaya Pendem, Kecamatan/Kabupaten Jembrana banyak menyimpan cerita bersejarah yang erat kaitannya dengan kerajaan-kerajaan di Kabupaten Jembrana.

Selain itu, juga memiliki sejumlah potensi wisata alam.

Puncak Mawar misalnya, objek wisata ini sering dikunjungi ratusan wisatawan domestik (wisdom) setiap pekannya.

Bahkan, wisata spiritual juga akan dikembangkan di banjar ini dengan sejumlah benda peninggalan sejarah sebagai daya tariknya.

Di antaranya menhir dan sarkofagus.

Objek wisata dengan mengedepankan pemandangan dari puncak bukti kini memang sedang berkembang di Kabupaten Jembrana.

Namun dari sekian objek wisata anyar yang ditawarkan pemerintah, Puncak Mawar merupakan objek wisata yang tengah “ngehits” dikunjungi wisatawan domestik atau wisdom terutama anak-anak muda.

Puncak Mawar hadir dengan menawarkan pesona alam asri di bukit dengan ikon “bunga mawar jumbo” ini selalu diramaikan pengunjung yang sering berebut untuk berswafoto atau selfie di puncaknya.

Pengunjung bisa menikmati swafoto di sejumlah spot selfie.

Seperti pada replika pondok The Hobbit (dalam film Trilogy Lord Of The Ring), taman dengan bebatuan besar dihiasi bunga mawar, ayunan hingga jembatan atau anjungan kayu yang langsung menghadap ke alam bebas hingga sebuah sepeda gayung atau onthel yang langsung ke pemandangan Kota Negara di bawahnya.

Namun dari sekian spot swafoto yang ditawarkan, antrean pengunjung yang didominasi anak-anak muda ini terdapat di puncak objek wisata Puncak Mawar ini.

Bunga mawar “jumbo” berwarna merah tampak menjadi rebutan para pengunjung untuk sekedar berswafoto.

Tak kalah menariknya, di sekitar “bunga mawar jumbo” ini terdapat sebuah sapu mirip sapu terbang.

Jika diambil dengan teknik fotografi yang benar maka akan menghasilkan gambar pengunjung seakan-akan terbang di antara awan di Bukit Mawar dengan menaiki sapu terbang tersebut.

Meskipun terkesan terjal, namun tak susah khawatir mendaki Puncak Mawar ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved