Hampir Seluas Indonesia, 99,9 Persen Kumpulan Sampah di Samudera Pasifik adalah Plastik

Mereka menemukan bahwa sampah di wilayah ini berisi 10 hingga 16 kali lebih banyak plastik dari yang diduga sebelumnya, yakni sekitar 87.000 ton

Hampir Seluas Indonesia, 99,9 Persen Kumpulan Sampah di Samudera Pasifik adalah Plastik
Istimewa
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM - Belakangan, masalah polusi dan sampah plastik di perairan Indonesia menjadi sorotan masyarakat.

Masalah ini sebetulnya tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi merupakan masalah global yang harus menjadi perhatian bersama.

Para peneliti yang telah bertahun-tahun mengamati akumulasi sampah di Samudra Pasifik utara yang disebut “Kumpulan Sampah Pasifik Raksasa” atau “Pusaran sampah” baru saja memublikasikan temuan mereka dalam jurnal Scientific Reports.

Mereka menemukan bahwa sampah di wilayah ini berisi 10 hingga 16 kali lebih banyak plastik dari yang diduga sebelumnya, yakni sekitar 87.000 ton.

Sampah-sampah ini menyebar seluas 1,6 juta kilometer persegi dari Hawaii sampai California, atau sekitar 85 persen luas Indonesia yang 1,9 juta kilometer persegi.

Lebih mengerikannya, jumlah ini masih terus bertambah dengan kecepatan melebihi perairan di sekitarnya.

Laurent Lebreton dari The Ocean Cleanup Foundation yang memimpin studi mengatakan kepada Gizmodo, Kamis (22/3/2018), akumulasi plastik di daerah ini disebabkan oleh arus yang mengumpul dan angin permukaan laut yang rendah.

“Ini adalah fenomena alami yang terjadi di semua cekungan samudra subtropis di dunia. Sebenarnya, ada empat lagi zona akumulasi seperti ini: Pasifik selatan, Atlantik utara, Atlantik selatan, dan Samudra Hindia,” ujarnya.

Istimewa
Istimewa (Kompas.com)

Dalam menyelidiki tingkat keparahan polusi di Samudra Pasifik utara, tim Lebreton melakukan survei udara dan mengumpulkan 652 jaring yang ditarik oleh 18 kapal dari 27 Juli hingga 18 September 2015.

99,9 persen dari sampah yang ditemukan di sini adalah plastik.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved