Serba Serbi

Disebut Sebagai Figur Landeping Idep, Ini yang Dilihat Arjuna Saat Disuruh Memanah Burung Oleh Drona

Dalam kakawin Arjuna Wiwaha menurut Guna, Arjuna merupakan salah satu sosok yang paling pandai untuk menggunakan panah.

Penulis: Putu Supartika | Editor: Eviera Paramita Sandi
Mahabharata terbitan Gorakhpur Geeta Press.
Ilustrasi - Drona menguji kemampuan memanah murid-muridnya 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berdasarkan Lontar Sundarigama yang dibaca Putu Eka Guna Yasa, Staf Pusat Kajian Lontar Universitas Udayana saat Tumpek Landep, mantra yang dibaca adalah mantra Danur Dara.

Danur dara sendiri merupakan pasukan pemanah.

"Kalu dalam Ramayana disebutkan ikanang danur dara kabeh atau pasukan khusus yang menguasai panah. Dalam tradisi kita, panah itu dianggap sebagai simbol ketajaman konsentrasi pikiran," kata Guna.

Secara fisik disimbolkan dengan panah padahal yang dimaksudkan juga manah atau konsentrasi pikiran. 

Dalam kakawin Arjuna Wiwaha menurut Guna, Arjuna merupakan salah satu sosok yang paling pandai untuk menggunakan panah. 

Ceritanya dimulai ketika Bhagawan Drona mengajak Panca Pandawa dan Kurawa latihan memanah. 

Di pohon bertengger seekor burung lalu mereka diminta untuk memanah burung tersebut oleh Drona.

Giliran pertama adalah Bima.

Sebelum memanah Drona bertanya kepada Bima: apa yang ananda lihat? 

Bima mengatakan bahwa dirinya melihat langit, pohon, dan burung. 

"Jangan memanah taruh panahnya," kata Drona kepada Bima.

Termasuk satus Korawa juga tidak diberikan memanah.

Bahkan Drona tidak mengijinkannya untuk melepaskan anak panah. 

Yudistira sekalipun ketika ditanya apa yang dilihat, ia menjawab uang dilihat adalah Guru Drona dan pasti tidak diijinkan melepaskan anak panah. 

Pada gilirannya Arjuna ditanya apa yang dilihat, dan ia bilang biji mata burung. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved