Tak Banyak yang Tahu, Kaktus Jenis Ini Sangat Digemari di Bali dan Punya Khasiat Obat
Mungkin belum banyak yang tahu, ternyata tanaman berduri yang sering hidup di lahan gersang ini ada yang memiliki khasiat obat.
Penulis: Rino Gale | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Mungkin belum banyak yang tahu, ternyata tanaman berduri yang sering hidup di lahan gersang ini ada yang memiliki khasiat obat.
Kaktus jenis Lophophora (Peyote Cactus) ini, memiliki kandungan yang bisa dipergunakan sebagai obat.
Renato Sagrado selaku ketua komunitas kaktus saat diwawancarai Kamis (29/3/2018) menjelaskan, Peyote (Lophophora williamsi) Peyote adalah jenis kaktus yang berasal dari Gurun Chihuahan (tepatnya di lembah Rio Grande, Texas) dan di selatan Luis Potosi, Meksiko.
"Ada satu jenis cactus yaitu Lophophora (Peyote cactus) yang memiliki kandungan yang bisa dipergunakan sebagai obat. Kalau secara kepercayaan Hindu di Bali secara umum, salah satunya adalah dengan menanam pohon berduri di depan Gerbang atau Pintu rumah sebagai pelindung rumah," jelasnya.
Ukuran Peyote kecil (diameternya kurang dari 12 cm) dan berbentuk bulat.
Potongan-potongan batangnya yang kering dikunyah oleh orang Indian sebagai obat dan dipakai dalam upacara keagamaan.
Lanjutnya, jenis Lophophora williamsii Origin dari dataran di Mexico, yang mengandung psychotropic alkaloids sejenis hallucinogen.
Synonyms : Peyote, Whiskey-cactus, Dry Whiskey, Medicine of God, Divine herb
Slow-growing : Bisa sampai 30 tahun untuk mencapai ukuran sebesar bola golf.
"Intinya adalah yang tumbuh di alam liar banyak mengandung phenethylamine alkaloids, yang bisa menyebabkan nausea, muntah atau sakit kepala. Dulu sering dipakai oleh Native sebagai bahan pembuat Psychoactive Tea," jelasnya.
Peyote merupakan bahan yang dipakai di pabrik alkaloid yang memproduksi lebih dari 50 senyawa kimia.
Obat-obatan yang mengandung Peyote memiliki beberapa efek setelah dikonsumsi.
Seseorang yang mengkonsumsi dalam jumlah kecil akan merasa berenergi, sedangkan bila dikonsumsi dalam jumlah besar akan menyebabkan mual selama beberapa jam.
Sagrado menjelaskan, jenis kaktus ini sangat digemari di Bali, namun sangat jarang orang yang memilikinya, karena dibutuhkannya perawatan.
Ada beberapa jenis yang membutuhkan sinar yang lebih spesifik atau perawatan yang lebih intensif, sedangkan di nursery dengan 200+ tanaman dilakukannya treatment standard ke hampir semua tanaman.
"Justru Bali cocok, beberapa jenis yang saya beli dari Jawa, justru di sana tidak berkembangbiak dengan baik, ketika di sini mulai berbunga dan kami bisa panen biji. Memang harus ada semacam Green House untuk kondisi idealnya tetapi tidak wajib juga, sejauh ini Green House mini kami cukup," jelasnya.
Peyote telah lama menjadi barang dagangan.
Peyote dipanen secara komersial di Texas meskipun sekarang penjualannya dibatasi oleh Native American Church (NAC).
Dalam setahun kaktus ini setidaknya bisa dipanen dalam jumlah jutaan.
Ketika dipanen dengan benar, bagian baru dari kaktus akan terbentuk dari akar yang tua sehingga menghasilkan kaktus yang baru.
Akan tetapi, Peyote sering dipotong terlalu dalam sehingga meninggalkan akar yang sedikit bahkan tidak ada. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/peyote-cactus_20180329_140218.jpg)