Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Baca Puisi Gus Mus dan Dianggap Nistakan Agama, Begini Tanggapan Ganjar Pranowo

Belakangan muncul pesan berantai dari yang mengatasnamakan kelompok tertentu yang menilai bahwa puisi yang dibaca Ganjar menyinggung umat Islam

Editor: Irma Budiarti

TRIBUN-BALI.COM, SEMARANG - Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak ingin informasi hoaks menjadi arus utama informasi yang diterima masyarakat dalam masa Pilkada.

Belajar dari Pilkada daerah lain, dirinya ingin melawan berita hoaks dengan cepat-cepat memberikan konfirmasi agar masyarakat tidak terbelah.

"Sebab jika sudah percaya hoaks dan tidak ada yang klarifikasi itu bisa berefek negatif. Nanti itu bisa membelah masyarakat yang ada,” kata Ganjar dalam Deklarasi Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng ‘Ganjar Pranowo – Gus Yasin’ di Bawen, Semarang, Minggu (8/4/2018).

Menurut Ganjar, perlawanan terhadap hoaks harus masif dilakukan.

Maka dirinya mengajak masyarakat Semarang untuk saling peduli, memerangi berita hoaks.

Caranya dengan check and recheck jika menerima sebuah informasi atau jika hendak membagi sebuah informasi.

Konfirmasi atas berita hoaks juga perlu disebarkan melalui media sosial.

“Tunjukkan bukti dan apabila itu sebuah pernyataan yang membutuhkan satu ilmu ya harus tanya ke pakarnya. Bisa tokoh agama atau akademisi,” ujarnya.

Lebih-lebih, sambung Ganjar, apabila berita hoaks tersebut bisa bermuara ke isu SARA dan dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Kabupaten Semarang.

Maka hal itu perlu diredam.

"Tahu kalau itu ada hoaks jangan dikompori. Jawab dengan baik, kalau masih ngeyel ya dibawa ke penegak hukum,” tandasnya.

Ganjar lantas memberikan contoh tentang isu yang baru menimpanya.

Yakni tudingan menistakan agama gara-gara ia membacakan salah satu puisi Gus Mus dalam acara talkshow di sebuah televisi swasta beberapa waktu lalu.

Penampilan Ganjar dalam acara talkshow tersebut dipelintir ke arah isu SARA di media sosial.

Ia menengarai, hal tersebut memiliki kepentingan dalam Pilkada Jateng 2018.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved