Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Koleksi 50 Jenis Kerang, Begini Kondisi Museum Kerang Serangan

Selain membuat kerajinan kerang, Kelompok Pengrajin Kerang "King Saguna Jaya" juga mengelola museum kerang

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Putu Supartika

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selain membuat kerajinan kerang, Kelompok Pengrajin Kerang "King Saguna Jaya" yang dipimpin I Made Kanan Jaya, yang berada di Serangan, Denpasar, juga mengelola museum kerang.

Museum ini terletak bersebelahan dengan tempat pembuatan kerajinan kerang.

Menurut Kanan Jaya, museum ini baru dioperasikan sejak setahun yang lalu.

"Kalau gedungnya dibangun 3 tahun lalu oleh PU dan baru diserahkan tahun 2017 kepada kami," kata Kanan Jaya, Kamis (26/4/2018).

Di museum ini terdapat 50 jenis spesies kerang, di mana lima jenisnya adalah kerang yang dilindungi seperti jenis lola hijau dan kima.

Dalam museum ini juga terdapat kerang yang berumur 250 tahun.

"Yang paling tua itu ada yang umurnya 250 tahun. Karena setiap tahunnya kerang jenis ini hanya tumbuh 1 centimeter saja sehingga waktunya lama agar tumbuh menjadi besar," imbuhnya.

Akan tetapi kondisi di dalam museum ini sangat menyedihkan.

Kondisi di dalam museum kerang Serangan
Kondisi di dalam Museum Kerang Serangan (Tribun Bali/I Putu Supartika)

Hanya ada tiga almari tempat penyimpanan kerang.

Sementara sisanya hanya diletakkan di lantai yang disusun sedemikian rupa.

Kondisi di dalam Museum Kerang Serangan
Kondisi di dalam Museum Kerang Serangan (Tribun Bali/I Putu Supartika)

Menurut Kanan Jaya hal ini dikarenakan kurangnya dana operasional untuk pengelolaan museum ini.

"Dari pemerintah, kami hanya diberi gedung saja. Untuk biaya operasionalnya, ya kami sendiri yang harus mengeluarkan. Belum lagi ongkos untuk para nelayan yang mencari kerang. Kan, tidak mungkin mereka tidak kami bayar," katanya.

Selain itu pelapon gedungnya juga sudah jebol sejak enam bulan yang lalu saat musim hujan.

"Saya sudah sempat laporkan ke pemerintah dan dibilangnya nanti akan diperbaiki, tapi sampai sekarang juga belum diperbaiki," imbuhnya.

Terlihat pula burung berterbangan di dalam museum dan membuat sarang di pelapon bangunan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved