Pengumuman Hasil UN SMA/SMK Di Denpasar, Ini Ranking Dan Nama Siswa Yang Dapat Nilai Tertinggi
Sementara itu, dari rangking beberapa sekolah di Denpasar menempati ranking pertama, terutama untuk Program IPA dan IPS.
Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI akan mengumumkan hasil Ujian Nasional (UN) secara serentak pada hari ini (Kamis, 3/5/2018).
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Bali, TIA Kusumawardhani saat ditemui di kantornya, Rabu (2/5/2018) mengatakan, pengumuman hasil UN siswa jenjang SMA/SMK serentak di seluruh Indonesia, baik ujian nasional berbasis komputer maupun kertas.
Ia juga menekankan pada saat pengumuman hasil UN agar dapat dilaksanakan dengan tertib.
Ia juga berharap kepada sekolah agar dapat mengkondisikan keadaan baik.
“Besok (hari ini) tentu ada hal-hal yang saya ingin memberikan penekanan terkait dengan “ritual” yang sudah rutin saat pengumuman kelulusan, seperti trek-trekan, corat-coret, dan konvoi di jalanan. Tentu itu menjadi introspeksi bagi kita semua. Saya mohon pada teman-teman Ketua MKKS supaya bisa mengkomunikasikan dengan para kepala sekolah,” imbau Tia usai menyerahkan hasil UN kepada Ketua MKKS Kabupaten/Kota se-Bali.
Sementara itu, dari rangking beberapa sekolah di Denpasar menempati ranking pertama, terutama untuk Program IPA dan IPS.
Di program IPA, ranking pertama ditempati 1 SMAN 1 Denpasar dengan rata-rata 84,10, di runner up SMAN 4 Denpasar (83,60) dan posisi ketiga SMAN 2 Amlapura (80,11).
Kemudian ranking sekolah Program IPS, SMAN 3 Denpasar dengan rata-rata 79,45 menempati ranking 1, dan SMAN 7 Denpasar (77,66) di posisi kedua, dan SMAN Bali Mandara (76,40) ketiga. Sedangkan Program Bahasa, ranking I SMAN 1 Mengwi (76,17), kedua SMAN 1 Singaraja (72,36), dan ketiga SMAN 1 Sukawati (71,69).
Ia melanjutkan Bali menargetkan 100 persen siswa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).
Namun, karena kondisi daerah sehingga target 100 persen belum bisa dicapai.
“Tentu harapan kami di 2019 mendatang, apa yang menjadi agenda nasional untuk Bali, bisa kita laksanakan 100 persen tanpa ada hal-hal yang mengganggu. Kalau ada bencana alam, itu di luar kemampuan kami sebagai manusia,” terangnya.
Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan perayaan kelulusan dari satuan pendidikan tersebut merupakan luapan emosional.
Namun, ia mengimbau agar jangan dilakukan berlebihan.
Karena, menurutnya, kegiatan itu bisa saja mencelakakan diri dan siswa-siswi juga harus sadar pendidikannya yang dijalaninya itu belum selesai.
“Belum apa-apa itu (baru lulus), kalau SMA masih harus berjuang untuk bisa masuk ke perguruan tinggi, kalau yang sudah tamat perguruan tinggi harus berjuang lagi untuk mendapatkan pekerjaan. Jadi jangan gunakan waktu sia-sia untuk hal-hal yang tidak perlu,” pesan Pastika usai memimpin upacara memperingati Hardiknas di Lapangan Renon, Denpasar kemarin.
Peran Makin Menurun
Kepala Disdik Provinsi Bali, TIA Kusumawardhani mengungkapkan peran UN dari tahun ke tahun menurun. “Semakin tahun peran UN, semakin kecil,” kata Wardhani.
Menurutnya, ada dua indikator yang dapat dilihat sehingga menyebabkan peran UN menurun.
Pertama, hasil UN tidak lagi digunakan sebagai pertimbangan masuk ke Perguruan Tinggi (PT).
Pada tahun-tahun sebelumnya hasil UN dipakai jika melanjutkan Perguruan Tinggi dikarenakan Dirjen Dikti menjadi satu kementerian dengan Kemendiknas.
Berbeda dengan sekarang Dirjen Dikti menjadi kementerian tersendiri, sehingga kampus-kampus yang berada di bawahnya melakukan seleksi melalui Kemenristek Dikti dan secara mandiri.
Kedua, jika pada tahun-tahun sebelumnya nilai UN dipakai sebagai penentu kelulusan, namun tahun ini tidak lagi digunakan sebagai syarat lulus dari jenjang satuan pendidikan.
Namun, pada 2018 ini siswa dikatakan lulus cukup hanya mengikuti UN saja, tidak ditentukan berapa nilai yang diperlukan untuk bisa lulus.
Adapun empat syarat yang wajib dipenuhi peserta didik agar dapat dikatakan lulus dari Satuan Pendidikan.
Pertama, wajib menyelesaikan seluruh program pembelajaran. Kedua, memperoleh nilai sikap atau prilaku minimal baik.
Ketiga, mengikuti UN, dan lulus USBN sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.
Berikut Daftar Nilai Ranking UN
Tingkat: SMA/MA
Wilayah: Bali
Jumlah Peserta
SMA/MA: 30.115 siswa
SMK: 30.181 siswa
Ranking Sekolah Program Bahasa
Ranking Sekolah Rata-rata:
1 SMAN 1 Mengwi 76,17
2 SMAN 1 Singaraja 72,36
3 SMAN 1 Sukawati 71,69
Ranking Siswa Program Bahasa
1 Ni Kadek agustini SMAN 1 Sukawati 359,00
2 Ni Putu Nana Satrya Pertiwi SMAN 4 Singaraja 354,50
3 Ni Putu Ariskayanti SMAN 1 Sukawati 352,50
Ranking Sekolah Program IPA
1 SMAN 1 Denpasar 84,10
2 SMAN 4 Denpasar 83,60
3 SMAN 2 Amlapura 80,11
Ranking Siswa Program IPA
Jumlah Nilai
1 I Kadek Surya Geryandika SMAN 4 Denpasar 387,50
2 Ananda Sri Parthiswari SMAN 1 Denpasar 383,50
3 IGA Indira Pradnyaswari SMAN 4 Denpasar 381,50
Ranking Sekolah Program IPS
1 SMAN 3 Denpasar 79,45
2 SMAN 7 Denpasar 77,66
3 SMAN Bali Mandara 76,40
Ranking Siswa Program IPS
1 Joshella Kevinna SMA Tunas Daud Denpasar 357,00
2 Ni Made Sri Meliandari SMAN 4 Denpasar 352,50
3 Fitta Ariesta Wismaningrum SMAN 7 Denpasar 352,00
Ranking Sekolah Jenjang SMK
1 SMK Farmasi 3 Denpasar 269,06
2 SMKN Bali Mandara 265,77
3 SMKN 2 Denpasar 259,57
Ranking Siswa Jenjang SMK
1 Ida Ayu Kade Dwi Uthary SMKN 1 Tabanan 379,00
2 I Made Oka Susana SMKN 1 Negara 378,00
3 Kadek Reni Puspawati SMKN 2 Denpasar 377,50
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pelaksanaan-un_20170410_191306.jpg)