Insiden di Kantor DPC Gerindra Semarang yang Didatangi Oknum Brimob, Fadli Zon: Tak Bisa Dibiarkan
Fadli mengatakan jika dirinya mendapat laporan terkait insiden oknum Brimob yang mendatangi kantor DPC Gerindra
Fadli lantas meminta agar aparat hukum, terutama kepolisian tidak dijadikan alat kekuasaan.
Terlebih digunakan untuk kepentingan jangka pendek.
Fadli Zon mengungkapkan jika tim dari Jakarta akan memberikan bantuan hukum terkait hal ini.
"Harus ada klarifikasi, dan jangan intimidasi-intimidasi," ujar Fadli Zon.
Sebagai langkah awal, Fadli Zon akan melaporkan kepada Propram terkait tindakan dan prosedur, agar diinvestigasi lebih lanjut.
"Menurut saya, di negara mana pun, terlebih di negara demokrasi, tidak boleh upaya intimidatif terhadap partai politik, apalagi masuk secara fisik dan tidak diundang,
kalau diundang tidak ada masalah, saya kira ini bisa diinvestigasi di Propram, dan di DPR kita permasalahkan di Komisi III," imbuhnya.
Fadli Zon mengaku tidak ada SOP atau surat yang ditunjukkan.
"Kita ini bukan teroris, membawa senjata laras panjang itu kan sudah intimidatif.
Kalau mencari kaos ya tinggal bilang.
Tapi itu kan bukan bukti kejahatan," sambung Fadli Zon.
Lebih lanjut, Fadli Zon, ingin oknum tersebut dipecat jika terbukti bersalah.
Lantaran dinilai telah menciderai kepolisian.
Tak hanya mendatangi kantor DPCnya, Fadli Zon juga menyebut anggota polisi bahkan sampai mevideokan rapat-rapat partai yang seharusnya tertutup.
Menurutnya, jika hanya melakukan pemantauan, cukup 2-3 orang, tak perlu belasan orang anggota.
Simak selengkapnya dalam video di bawah ini. (TribunWow.com/Lailatun Niqmah)
Berita ini telah tayang di Tribunwow dengan judul Fadli Zon Terbang ke Semarang Usai Dapat Laporan Brimob Datangi Kantor Gerindra Bawa Laras Panjang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/fadli-zon_20151107_200839.jpg)