Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Mengejutkan, Ilmuwan Ungkap Fakta Terbaru Micin, Sangat Aman Dikonsumsi

Ilmuan Steve Witherly menggunakan monosodium glutamat sepanjang waktu pada masakan rumahnya.

Tayang:
Ragesoss / Wikimedia Commons / businessinsider.sg
Monosodium Glutamat 

TRIBUN-BALI.COM - Ilmuan Steve Witherly menggunakan monosodium glutamat sepanjang waktu pada masakan rumahnya.

Biasanya ia menyebut bahan tersebut sebagai campuran "supersalt" yang menampilkan sembilan bagian garam, satu bagian MSG, dan sedikit disodium inosinat dan disodium guanylate.

"Saya banyak menggunakannya," katanya kepada Business Insider.

“Saya mendorong anak-anak saya untuk makan sedikit lebih sehat, jadi saya menaburkan sedikit supersalt di masakan," tambahnya.

Sebagai contoh saat anak-anaknya tidak menyukai memakan pizza gandum, ia menggunakan supersalt.

Steve menambahkan sedikit supersalt dalam saus tomat, dan anak-anaknya lantas lahap menghabiskan pizza tersebut.

Hal tersebut juga ia praktikkan pada sayuran seperti brokoli dengan menambahkan mentega, bawang putih, dan supersalt.

Pun menurut Witherly, penulis buku “ Why Humans Like Junk Food," mengatakan bahan ini sangat aman.

"MSG sangat aman," kata Witherly.

“Kami melakukan penelitian di UC Davis, ketika saya berada di sana, di mana kami minum segelas dengan sekitar 25 gram, dan tidak ada yang terjadi.”

Percaya atau tidak, sebagian besar ilmuwan sepakat tentang hal ini.

American Chemical Society mengatakan, MSG sementara dapat mempengaruhi beberapa pilihan ketika dikonsumsi dalam jumlah besar pada perut kosong, tapi itu sangat aman bagi sebagian besar orang.

Reputasi buruk MSG berasal dari beberapa studi awal, termasuk laporan tahun 1968 tentang "Sindrom Restoran China" yang menyalahkan MSG karena membuat orang merasa sakit.

Namun beberapa dekade selanjutnya, mengungkapkan adanya rasa sakit setelah mengonsumsi makanan China bisa jadi karena makan makanan yang tidak sehat secara berlebihan.

MSG bahkan mungkin mempromosikan makan sehat, ilmuwan makanan berhipotesis, dengan tidak hanya membuat makanan lebih lezat tetapi juga membuat Anda menggunakan lebih sedikit garam.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved