Mako Brimob Kelapa Dua Kembali Diserang, Intel Gugur Disabet Pisau Beracun
Sebab, hasil identifikasi jenazah korban terdapat bekas luka menyamping di bagian perut.
Jenazah Bripka Prenje akan dimakamkan di tanah kelahiranya.
Kapolri Tito Karnavian sempat memberikan penghormatan kepada anak buahnya itu di Mako Brimob.
Dia juga sempat memberikan dukungan moril kepada anak almarhum yang mendampingi peti jenazah.
Orangtua TS Kaget
Sementara itu, orangtua pelaku penyabetan tak menyangka anak bungsunya, TS, tewas mengenaskan.
Ia juga kaget ketika tahu anaknya terlibat terorisme.
"Enggak menyangka anak saya jadi terlibat peristiwa seperti ini karena selama ini anak saya sangat baik, anak baik layaknya anak ke orangtua," kata Warsiti (50) saat dihubungi via ponselnya, Jumat (11/5/2018).
Warsiti merupakan keluarga transmigran namun kembali ke Subang, Jawa Barat, puluhan tahun lalu saat suaminya meninggal.
TS pun lahir di daerah garapan transmigrasi di Pulau Sulawesi.
Tendi anak ketiga alias bungsu.
"Kami kembali ke sini (Subang) saat TS sekolah kelas 4 SD. Dia lulus SMA 2013 dan pada 2015, dia kerja di proyek bangunan di Jakarta," kata Warsiti.
Ia mengaku tahu kejadian tersebut justru bukan karena kasus berkaitan dengan terorisme dan mengetahuinya di tayangan televisi.
"Justru saya semula tahunya karena kecelakaan kerja. Pas lihat di TV baru tahu kejadian sebenarnya," kata Warsiti.
Sejak dua tahun terakhir bekerja di Jakarta, TS diakuinya jarang pulang ke rumah. Keluarga tidak mengetahui detail perubahan sikap TS.
Apalagi perubahan sikap yang berkaitan dengan ciri-ciri seorang radikalis.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/intel-gugur-disabet-pisau-beracun_20180512_082813.jpg)