Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Teror Bom Di Surabaya

'Mother Of Satan', Jenis Bom Yang Digunakan Teroris di Surabaya, Sangat Berbahaya

Kapolri: Teroris Gunakan Bom Jenis Mother Of Satan adalah berjenis Mother of Satan (MOS).

Tayang:
Editor: Eviera Paramita Sandi
SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat memberikan keterangan pers di RS Bhayangkara mengungkap pelaku serangan bom di 3 gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA -- Kapolri: Teroris Gunakan Bom Jenis Mother Of Satan adalah berjenis Mother of Satan (MOS).

"Bahan peledak berjenis bubuk putih ini nama sebenarnya dalah peroksida aseton. Turunannya dapat meledak hanya karena terkena panas, gesekan atau goncangan. Bukan hanya karena tombol dipencet," kata Tito dalam keterangan persnya, Senin (14/5/2018).

Tito juga menjelaskan betapa dahsyatnya peledak ini sehingga disebut 'Ibunya Setan'.

Menurutnya, bom jenis ini sedah digunakan ISIS untuk penyerangan di Irak dan Suriah.

Disebutkan dalam laman The Sun, mother of satan berbentuk bubuk putih dan memiliki bau seperti pemutih yang khas.

Turunan eksplosif pertama kali ditemukan pada tahun 1895 oleh Richard Wolffenstein.

Bahan peledak kelas tinggi ini tidak mengandung nitrogen, secara historis membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.

Hal ini juga terjadi saat Richard Reid menyelundupkan mother of satan di penerbangan Amrican Airlines dari Paris ke Miami pada 2001 lalu.

Dendam, Teologi Beku Dan Pembuktian Eksistensi ISIS di Bom Surabaya

Serangan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018) kemarin, menyingkap fakta mengejutkan.

Terduga pelaku teror diketahui merupakan satu keluarga. 

Pengamat terorisme dari The Community Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya menyoroti fenomena ini. 

"Apakah faktor kemiskinan membuat mereka menjadi bomber maut? Dari indikasi rumah hunian, mereka bukan orang miskin, namun dari kelas ekonomi berkecukupan," ujar Harits kepada Kompas.com, Senin (14/5/2018). 

Jika bukan ekonomi, lantas apa yang mendorong ayah, ibu dan anak ini untuk melakukan serangan bom

"Analisis saya, energi terbesar yakni soal pemahaman teologi beku yang diadopsi suami-istri, yang kemudian diperkenalkan ke putra-putrinya dengan waktu sekaligus intensitas yang cukup," ujar Harits.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved