Petani Semangka Bisa Raup Untung Capai Rp 100 Juta Setiap Panen
Petani buah Semangka di Desa Pererenan bisa raup keuntungan mencapai Rp 100 juta saat panen
Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Petani buah Semangka di Desa Pererenan bisa raup keuntungan mencapai Rp 100 juta saat panen.
Petani semangka tepatnya di Jalan Pantai Lima, Desa Pererenan, Mengwi, Badung, Bali, hanya membutuhkan waktu 60 hari untuk mulai menanam sampai masa panen.
Dalam 60 hari tersebut, petani buah semangka bisa panen 2 kali dengan luas tanah untuk menanam sekitar 1,70 hektar.
Ketika mulai bercocok tanam, petani semangka memerlukan modal sedikitnya Rp 50 juta hingga Rp 60 juta.
Petani semangka bisa menghasilkan buah semangka mencapai 39 ton setiap kali panen.
Jika kualitas dan cuaca bagus, buah semangka dengan kualitas terbaik bisa dijual dengan harga Rp 5.000/kg.
Namun jika musim sedang tidak bagus, buah semangka bisa dihargai hanya Rp 700/kg, sehingga banyak petani yang merugi.
"Kesulitan menanam semangka ya, kendala cuaca. Kalau pas musim dingin penyakit datang (hama)," ujar Doni Saputra (22), petani semangka yang berhasil ditemui Tribun Bali.
Saat cuaca dingin tanaman buah semangka yang terkena hama akan kriting dan cabu (tidak bisa berkembang).
Setelah panen selesai, petani semangka akan membabat semua tanaman hasil panen dan mulai menanam lagi.
Saat ini buah semangka di Desa Perenenan dihargai Rp 4.300/kg.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/petani-semangka_20180516_182407.jpg)