Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Budaya Bali

MULAI Rekrut Pelatih Seni Tradisional, Badung Jalankan Program “Banjar Menari” Ini Kata Plt Disbud

Hal itu pun dilakukan dalam menjalankan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya lokal melalui program strategis "Banjar Menari".

Tribun Bali/ISTIMEWA
SOSOK - Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Widiana. 

TRIBUN-BALI.COM - Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung kini tengah melakukan proses perekrutan pelatih kesenian tradisional untuk menyukseskan program "Satu Banjar, Satu Pelatih".

Hal itu pun dilakukan dalam menjalankan komitmennya dalam melestarikan seni dan budaya lokal melalui program strategis "Banjar Menari".

Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Widiana, saat dihubungi Rabu (8/4) menjelaskan, program ini dirancang untuk memastikan regenerasi seniman di tingkat akar rumput tetap terjaga. Bahkan kesenian yang dipertahankan khususnya seni pertunjukan karawitan dan tari.

"Perekrutan ini tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kuota kuantitas, tetapi lebih kepada penjaminan mutu pengajaran seni di setiap Banjar," ujarnya.

Baca juga: KAPOLRESTA: Jangan Ragu Lapor ke 110, Jaga Keamanan Bersama Polisi Berharap Partisipasi Aktif Warga!

Baca juga: PASCA Lebaran, Antipasi Warga Non Permanen Tak Beridentitas, Sidak Kependudukan Dilakukan 

Para pelatih yang direkrut diharapkan memiliki kompetensi mumpuni dalam mentransmisikan nilai-nilai estetika dan teknik dasar seni tradisional. Apalagi senindan budaya menjadi daya tarik tersendiri dalam pariwisata.

 "Esensi dari program ini adalah memastikan bahwa setiap Banjar memiliki mentor yang kredibel. Kami fokus pada dua pilar utama seni pertunjukan Bali, yakni karawitan dan tari, agar standar kualitas estetika di Kabupaten Badung tetap terjaga sejak dini," ujar Made Widiana.

Made Widiana menegaskan bahwa pihaknya tengah menyiapkan langkah-langkah manajerial yang matang dalam program yang menjaga seni di Badung. Hal ini dilakukan agar implementasi di lapangan dapat berjalan sinkron dengan kebutuhan masyarakat di masing-masing Banjar.

Sebagai tindak lanjut, dalam waktu dekat Dinas Kebudayaan akan melakukan pertemuan internal untuk mematangkan regulasi dan teknis pelaksanaan di lapangan.

 "Untuk pembahasan lebih lanjut, kami akan segera melakukan rapat dengan tim terkait guna membahas teknis ke depan dalam program ini. Kami ingin memastikan mekanisme distribusi pelatih hingga skema pembinaannya benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata," tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan, program ini merupakan bagian dari upaya besar Pemerintah Kabupaten Badung dalam menjadikan kebudayaan sebagai pondasi pembangunan daerah. Diharapkan, kegiatan berkesenian tidak lagi bersifat musiman, melainkan menjadi aktivitas rutin yang berkelanjutan.

"Kami ingin seni pertunjukan tidak hanya hadir saat ada festival saja, tetapi hidup dan berdenyut dalam keseharian masyarakat di Banjar. Inilah esensi dari pelestarian budaya yang sesungguhnya," imbuhnya. (gus) 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved