Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Budaya Bali

Setiap Purnama SMK Prada Adakan Pasraman Budaya, Diikuti Ratusan Siswa dan Dipuji Cok Ace 

Ada aktivitas unik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Pariwisata Dalung (SMK Prada) Dalung Badung, Bali.

Tayang:
Istimewa
PASRAMAN - Kegiatan Pasraman Budaya di SMK Prada yang dilakukan setiap purnama. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Ada aktivitas unik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Pariwisata Dalung (SMK Prada) Dalung Badung, Bali. Setiap bulan purnama tiba, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini terhenti sejenak. 

Kegiatan belajar mengajar berganti dengan kegiatan budaya, adat istiadat, tradisi dan kearifan lokal. Kegiatan ini sering disebut pasraman budaya Bali SMK Prada. 

Tampak janur, suara gamelan, mejejaitan, mekidung, hingga nyurat Lontar dan menghiasi ruang aktivitas ratusan pelajar. Pengurus yayasan dan manajemen sekolah berkomitmen kuat membungkus skill dan kompetensi para siswa dengan budaya.

Baca juga: Warisi Kebudayaan Sejak Dini, Anak-Anak Di Desa Adat Keramas Bali Dididik Di Pasraman Kilat

Karakter tenaga kerja Bali yang ingin dihasilkan dari sekolah ini harus tetap berkarakter, berbudaya dan berkualitas. 

Saat bekerja di dalam dan luar negeri, output sumber daya manusia (SDM) SMK Prada harus berbudaya. SMK Prada Tak hanya menikmati budaya Bali.

Tapi mereka menjaga dan melestarikan budaya sebagai fondasi keberlanjutan pariwisata Bali. Sejumlah kegiatan pasraman budaya di sekolah ini seperti dharma kriya/mejejaitan yakni membuat perlengkapan upacara, Dharma Gita/mekidung (Seni bernyanyi kidung suci), Seni Tari dan Tabuh ( Latihan menari dan gamelan Bali), Aksara Bali (Belajar menulis/nyurat lontar), dan Tata Busana Etika (berbusana adat ke pura). 

Baca juga: Fokus Pendidikan, Kredit Pintar Revitalisasi Fasilitas Sekolah Madyama Widya Pasraman RSI Markandya

SMK Prada merupakan sekolah swasta terakreditasi A yang fokus utama pendidikan vokasi perhotelan dan tata boga.  

Keunggulannya berbasis budaya, praktik kerja industri, dan bimbingan karier internasional.

Aktivitas pasraman budaya di SMK Prada memantik reaksi sejumlah tokoh dan pelaku pariwisata di Bali. Penglingsir Puri Agung Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) merespons positif. 

Cok Ace yang juga Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali 2025–2030 menilai yang dilakukan SMK Prada sangat positif dan perlu ditiru sekolah lain.

Baca juga: Isi Libur Sekolah, Desa Dauh Puri Kaja Denpasar Gelar Pasraman Yowana, Ada Pelatihan Makendang

"Saya pikir itu hal (pasraman budaya SMK Prada) sangat positif sekali," kata Cok Ace, pada Kamis 26 Februari 2026. 

Menurut Cok Ace, sebagai krama Bali yang dilahirkan di Pulau Dewata memiliki kewajiban untuk menjaga kebudayaan Bali melalui kegiatan pasraman budaya. Tak hanya menikmati rahmat yang telah diberikan alam semesta Bali. 

"Kita punya kewajiban untuk menjaga dan membangun Bali. Oleh sebab itu saya berharap kewajiban-kewajiban seperti itu kita sama-sama pikul menjaga Bali," kata mantan Wakil Gubernur Bali 2018-2023. 

Cok Ace mengakui mulai jarang menemukan sekolah-sekolah pariwisata yang masih aktif menjalankan kegiatan seperti ini. Pergeseran budaya bisa saja terjadi jika tak menjadi perhatian semua pihak sejak dini. 

Karena menurut mantan Bupati Gianyar ini, dunia membutuhkan SDM Bali karena memiliki keunggulan karakter dan berbudaya. 

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved