Kisah Suparman Pedagang Sayur Keliling yang Jadi Pengusaha Properti, Mengaku Pencinta Nyi Roro Kidul
Awal datang ke Banjarmasin dulu, dia hidup dengan jadi pedagang sayur keliling Banjarmasin sampai ke Tamban dan Marabahan
TRIBUN-BALI.COM, BANJARBARU - Nyentrik.
Sosok sang pemilik tanah dan bangunan ini juga bersikap ramah dan bersahaja.
Ketika ditemui dan diwawancara saja dia santai sambil duduk lesehan di teras rumah berlantai marmer mewah.
Senyuman selalu jadi penghias ketika bertutur.
Luas tanah yang membuatnya terhalang jarak dengan para pekerja yang tengah merapikan taman diatasi dengan gaya yang unik, dia bersiul kencang mengarahkan pekerja taman.
Pria umur 63 tahun yang sejak tahun 1968 sudah tinggal di Kota Banjarmasin.
Enam tahun terakhir ini dia bangun sedikit demi sedikit 'istana' impiannya itu.
Kini sudah dua hektar tanah yang sudah digarapnya, bangunan-bangunan itu didirikan di lahan seluas itu dan sisanya kebun.
Mengingat jauh kebelakang, ada yang masih ingat bangunan mewah yang rencananya akan dibangun hotel di Jalan A Yani kilometer 27?
Ada hiasan kuda jingkrak, namun bangunan itu tak jadi hotel?
Ya, itulah bangunan milik Suparman.
Seiring waktu kini seperti yang diketahui di lokasi itu sudah berdiri hotel berbintang.
Meski gagal saat itu, kepada Reporter Banjarmasinpost.co.id dia mengatakan ikhlas dan cuma bilang tak masalah mungkin belum berjodoh.
Meski terlihat sederhana penampilannya, dia juga owner salah satu perusahaan yang bergerak bidang properti.
Awal datang ke Banjarmasin dulu, dia hidup dengan jadi pedagang sayur keliling Banjarmasin sampai ke Tamban dan Marabahan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suparman_20180526_145748.jpg)