Serba Serbi
Jelang Perayaan Galungan, Hari Ini Sang Hyang Kala Tiga Turun ke Dunia
Minggu (27/5/2018) disebut dengan Panyekeban yang jatuh tiga hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada Redite (Minggu) Wuku Dungulan.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Minggu (27/5/2018) disebut dengan Panyekeban yang jatuh tiga hari sebelum Hari Raya Galungan atau pada Redite (Minggu) Wuku Dungulan.
Pada saat ini masyarakat akan nyekeb (mematangkan) buah-buahan utamanya pisang yang akan digunakan saat Hari Raya Galungan.
Diharapkan saat Galungan nanti, pisang ataupun buah-buahan tersebut akan matang.
Selain itu saat penyekeban ini pula masyarakat akan membuat tape galungan.
Selain itu dalam Lontar Sundarigama disebutkan bahwa hari ini Sang Hyang Kala Tiga akan turun ke dunia.
Adapun isi lontar tersebut yaitu;
Ikang Dungulan Redite paing, turun Sang Hyang kala tiga, menadi buta galungan, arep anadah anginun ring manusa pada matangnian sang wiku muang sang para sujan den perefiakse juga sira kumekas ikang jenyana nirmala, nimitania, tan ka surupan tekap. Sang Buta galungan, ndah mangkana mengaram panyekeban ucaping loka.
Redite Paing wuku Dungulan disebutkan bahwa Sang Hyang Kala Tiga turun ke dunia dalam wujud Sang Bhuta Galungan, yang ingin makan dan minum di dunia ini, oleh karena itu, orang-orang suci, demikian pula para sujana (bijaksana), hendaknya waspada serta mengekang/membatasi dirinya kemudian memusatkan pikirannya ke arah kesucian, agar tiada kemasukan oleh sifat-sifat yang membahayakan dari pengaruh-pengaruh Sang Bhuta Galungan, dan hal yang demikian, disebutlah hari penyekeban.
Oleh karena itu, mulai hari ini seseorang harus mulai mengendalikan diri.
Tidak mudah marah dan selalu sabar agar nanti pada saat Hari Raya Galungan bisa merayakan hari kemenangan Dharma dengan paripurna. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/lontar_20180307_113624.jpg)