1.000 Pasang Sandal Jepit Khas Bali Diproduksi Setiap Minggu, Pengiriman Pesanan hingga Bandung
Sekitar pukul 15.30 Wita, Tribun Bali mengunjungi salah satu rumah sekaligus tempat produksi sandal jepit khas Bali
Penulis: Rino Gale | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Sekitar pukul 15.30 Wita, Tribun Bali mengunjungi salah satu rumah sekaligus tempat produksi sandal jepit khas Bali, di Jalan pelita No 31 Tuban, Kuta, Badung, Bali, Rabu (30/5/2018).
Terlihat banyak tumpukan sandal jepit bermotif di depan teras rumah Haji Robi'ah Yasir yang tertumpuk rapi terbungkus plastik.
Sandal jepit khas Bali tersebut biasanya di kirim ke toko oleh-oleh Bali, bahkan hingga ke Bandung, Jawa Barat.
Dalam seminggu permintaan konsumen bisa mencapai 1000 pasang sandal jepit.
Robi'ah Yasir (36) asal Madura, Jawa Timur, mengaku sudah 10 tahun melakoni usaha sandal jepit khas Bali ini.
Bahan-bahan pembuatan sandal tersebut dia beli di daerah Denpasar.
Tempat produksinya pun berdeketan dengan rumahnya.
Ia mempunyai pengrajin sebanyak 35 orang.
"Untuk pengrajin, dikasih upah seribu, perpasang," ujarnya.
Pengrajin tersebutlah yang menghiasi sandal jepit dengan manik-manik maupun hiasan bunga.
Dalam sehari bisa menghasilkan 10 lusin sepasang sandal jepit.
Adapun berbagai ukuran sandal jepit mulai dari 38-41.
Untuk harganya relatif murah yaitu mulai dari harga Rp 9 ribu - 11 ribu.
Robiah mengatakan, beberapa kali pesanan sandal jepitnya sepi dan tidak memenuhi target, tidak seperti dulu.
Ini menyebabkan omsetnya menurun.
"Ya, lumayan omsetnya, bisa buat kebutuhan sehari-hari, Mas," katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pengrajin-sandal-jepit_20180530_183115.jpg)