Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilgub Bali 2018

41,4 Persen Warga Buleleng Golput, Kecamatan Kubu Penyumbang Terbesar di Karangasem

Pada coblosan Pilgub Bali 2018 lalu, Buleleng yang dikenal dengan jumlah pemilih terbanyak

Tayang:
Penulis: Ragil Armando | Editor: Irma Budiarti
Infografis: Tribun Bali/Prima

"Padahal target saya optimistis 70 persen. Sekarang masyarakat juga sudah melek informasi. Jadi soal jadwal pencoblosan, saya kira, mereka sudah paham. Jadi tidak mungkin mereka tidak mencoblos karena tidak tahu tanggal," akunya.

Arnawa mengaku, sebenarnya berbagai sosialisasi dilakukan untuk mengajak masyarakat menggunakan hak pilihnya di Pilgub Bali 2018.

Bahkan, dirinya sampai melakukan berbagai pentas seni dan budaya untuk mensosialisasikan terkait pelaksanaan coblosan Pilgub.

"Kalau sosialisasi, bukan mengelak, ya kita sudah optimal. Bahkan di Kubu kemarin sampai kita menggelar Cenk Blonk ya, pentas budaya di kecamatan, sekolah-sekolah juga sudah dilakukan," paparnya.

Ia mengatakan, dari hasil coblosan kemarin, Kecamatan Kubu merupakan kecamatan yang memiliki angka partisipasi pemilih terendah dengan 44 persen alias 66 persen golput.

Padahal, di kecamatan lain rerata angka partisipasi mencapai 60 persen.

Arnawa menjelaskan, berdasarkan pantauannya di lapangan penyebab rendahnya tingkat partisipasi tersebut karena banyak masyarakat yang enggan kembali ke kampungnya akibat tidak memiliki biaya.

Menurutnya, mayoritas masyarakat Kecamatan Kubu merupakan perantau yang ada di Kota Denpasar.

Menurut Staf Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPUD Karangasem, I Gede Krisna Adi Widana, rendahnya partisipasi pemilih di pilgub 2018 disebabkan beberapa faktor.

Pertama karena kualitas kesadaran berdemokrasi dari SDM (Sumber Daya Manusia) di Karangasem.

Pemegang hak pilih lebih memilih berkegiatan lain daripada pergi ke TPS untuk mencoblos.

KPUD Karangasem menyadari ada rentetan kegiatan lain di Bali selain coblosan pilgub.

Yakni 28 Juni merupakan purnama, sehingga warga menyiapkan sarana untuk sembahyang purnama sehari sebelumnya.

Warga memilih mempersiapkan sarana purnama ketimbang mencoblos.

Siaran sepak bola Piala Dunia 2018 juga menjadi faktor rendahnya partisipasi pemilih.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved