Piala Dunia 2018

Bagi Orang Rusia Membaca Termasuk Hiburan, Ada Doktrin Para Orangtua

Minat baca yang tinggi pada bangsanya terjadi karena pada dasarnya orang Rusia pintar dan memiliki kualitas pendidikan terbaik di dunia.

Editor: Rizki Laelani
Deodatus Pradipto
Warga Rusia yang tetap membaca meski sedang melakukan perjalanan di dalam kereta. 

Buku yang mereka baca sangat tergantung pada ketertarikannya. Menurut Evgeniya orang‑orang Rusia gemar membaca buku‑buku karangan pujangga lama dan penulis‑penulis kontemporer, terutama yang sedang naik daun.

"Banyak orang juga membaca koran atau majalah karena tidak menyita banyak waktu dan usaha," kata Evgeniya.

Evgeniya membenarkan apa yang saya amati beberapa hari ini, yaitu membaca buku di mana saja dan kapan saja. Evgeniya bilang orang‑orang Rusia membaca kapan saja mereka punya waktu.

"Jadi bisa saja saat mereka dalam perjalanan ke suatu tempat atau saat senggang, atau sebelum tidur," ujar Evgeniya.

Apa yang saya lihat di Moskow ternyata menular kepada orang‑orang Rusia yang berasal dari luar Moskow.

Vitaly misalnya, mahasiswa asal Siberia yang kuliah di Moskow. Vitaly bercerita waktu tiba di Moskow dia melihat banyak orang membaca di Metro atau di mana saja.

"Jadi saya mulai melakukan yang sama seperti mereka. Saya baca karya penulis‑penulis klasik Rusia dan penulis dari luar negeri. Menurut saya kebiasaan ini lebih berhubungan dengan orang‑orang Moskow, meskipun di sekolah kita harus membaca karena perintah guru, begitu juga di universitas," kata Vitaly.

Dari penuturan orang Rusia soal minat membaca dan apa yang saya saksikan sendiri di sini, saya membuat sebuah asumsi. Ternyata orang Indonesia jauh tertinggal dari orang Rusia soal kebiasaan membaca.

Pada Maret lalu Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani memaparkan fakta yang memprihatinkan berdasarkan hasil penelitian Perpustakaan Nasional tahun 2017.

Menurut Puan, rata‑rata orang Indonesia hanya membaca buku tiga sampai empat kali per minggu.

Durasi membaca per hari rata‑rata 30 sampai 59 menit. Dalam setahun, jumlah buku yang ditamatkan rata‑rata hanya lima sampai sembilan buku. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved