Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Piala Dunia 2018

'Final Dini' Tak Boleh Ada Toleransi demi Predikat Juara

Sesuai prediksi banyak orang, tim asuhan Didier Deschamps itu lolos sebagai juara grup C. Mereka meraih dua kemenangan

Tayang:
Editor: Rizki Laelani
kolase
Penyerang Timnas Prancis, Olivier Giroud dan Penyerang Timnas Argentina, Lionel Messi 

Fase ini tidak menyediakan toleransi untuk setiap kesalahan, apalagi kekalahan. Mereka yang membuat blunder, kebobolan, dan kalah, harus pulang. Tidak ada kesempatan kedua.

Messi, ikon sekaligus tumpuan Argentina, menyadari betapa krusialnya laga ini.

"Piala Dunia kami dimulai hari ini. Kami harus menang dengan cara apa pun yang kami bisa, dan mulai hari ini, ini menjadi Piala Dunia baru bagi kami. Lawan Prancis akan sulit, tapi saya tahu apa yang harus saya lakukan," kata Messi seperti dikutip dari Goal.

Megabintang Barcelona itu menegaskan, timnya sudah mempersiapkan diri, salah satunya dengan menyaksikan setiap pertandingan Prancis untuk mengidentifikasi kelemahan hingga kekuatan mereka.

"Kami telah menyaksikan setiap pertandingan Prancis. Mereka tim yang sangat bagus, memiliki individu bagus, bek, gelandang, serta penyerang yang sangat berbakat. Saya kenal mereka, dan saya tahu apa yang harus saya lakukan. Ini akan jadi laga yang berat, tentu saja," ujar pencetak gol pertama saat Argentina menyingkirkan Nigeria 2‑1 itu.

Rekan Messi di lini depan Argentina, Gonzalo Higuain, meyakini timnya harus bekerja lebih keras untuk mengalahkan Prancis. Untuk lolos ke perempat final, Argentina harus bermain seperti saat mereka menumbangkan Nigeria.

"Mereka (Prancis) adalah lawan yang berat, dan kami harus tetap fokus. Jika kami bermain seperti saat melawan Nigeria, maka kami punya kans untuk lolos," ujarnya.

"Saya belum pernah bermain melawan Prancis, maka pertandingan ini adalah kali pertama syaa bermain melawan mereka. Kami menghadapi mereka di fase yang krusial, sehingga kami berharap bisa melakukannya dengan baik," imbuh penyerang klub Juventus itu.

Di sisi lain, pelatih Prancis, Didier Deschamps, mengatakan tim akan menghadapi tantangan sulit karena akan melawan Argentina.

"Ada gunung di depan kami sekarang. Tapi, kami telah berada di sana dan kami penuh ambisi untuk mencapai tahap berikutnya," ujarnya.

Untuk menghadapi Argentina, gelandang Prancis, N'Golo Kante, menyebut timnya akan tampil lebih atraktif ketimbang lawan Denmark.

Di pertandingan itu Prancis dominan dalam penguasaan bola dan membuat lebih banyak peluang, namun hingga akhir laga tak berhasil mencetak gol sebiji pun.

"Saya rasa kami dapat lebih baik dan kami akan meningkatkan penampilan pada pertandingan berikutnya," ujar Kante seperti dikutip Four Four Two.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, Argentina dan Prancis baru dua kali berhadapan. Pada dua kesempatan itu Argentina selalu jadi pemenang.

Yang pertama terjadi di fase grup Piala Dunia 1930, di mana Argentina menang 1‑0. Sementara pada fase grup Piala Dunua 1978, Argentina unggul 2‑1.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved