Hardys Tabanan Kembali Dibuka dengan Manajemen Baru, Diskon Hingga Satu Bulan
Di bawah manajemen baru, Hardys juga menargetkan menguasai 20 persen market ritel di Bali.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Ratusan warga Tabanan tampak menyerbu Hardys Depstore Tabanan yang kembali dibuka, Rabu (4/7/2018).
Hardys menargetkan kunjungan di hari pertama sebanyak 2.000 pengunjung dan transaksi belanja hingga Rp 200 juta.
Di bawah manajemen baru, Hardys juga menargetkan menguasai 20 persen market ritel di Bali.
Untuk menarik minat pengunjung, Hardys menawarkan diskon besar dari 10-50 persen, bahkan diskon 50+20 persen untuk item tertentu.
Terlihat pengunjung pun antre di kasir lantai dua.
Selain pakaian, Hardys Tabanan juga menyediakan sembako, fast food, hingga tempat bermain anak-anak.
"Masyarakat antusias datang ke sini, kami targetkan pengunjung sebanyak 2.000 orang dengan transaksi Rp 200 juta," ujar Pelaksana Tugas Direktur Hardys Pusat, Ketut Semaradana, didampingi Store Manager Hardys Tabanan, Wayan Mudita, saat ditemui kemarin.
Ia berharap masyarakat kembali antusias untuk datang ke Hardys, seperti dulu. Apalagi ada diskon selama sebulan.
“Kami tawarkan diskon yang berlaku mulai hari ini hingga satu bulan kedepan,” ungkapnya.
Gandeng UKM Lokal
Hardys dulunya dikelola PT Hardys Retailindo yang dimiliki I Gede Agus Hardiawan (Gede Hardy).
PT Hardys kemudian diputuskan pailit oleh Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Surabaya terhitung sejak 9 November 2017 dengan utang sebesar Rp 2,3 triliun.
Dari 18 outlet Hardys, sebanyak 13 outlet kemudian diambilalih oleh PT Arta Sedana Retailindo atas nama Putu Gede Sedana.
Termasuk salah satunya Hardys Tabanan.
Salah satu pemilik saham Hardys di bawah manajemen baru, Putu Suadnyana, mengungkapkan konsep yang diterapkan Hardys saat ini adalah menggandeng pihak UKM di daerah masing-masing. Barang-barang yang disuplai dari UKM yang akan dijajakan oleh Hardys.
“Sekarang kami gunakan konsep berbeda, yakni menggandeng atau bermitra dengan ratusan UKM di sini. Istilahnya menggunakan konsep kearifan lokal,” kata Suadnyana.
Dengan menerapkan konsep tersebut, ia optimis mengembalikan Hardys seperti semula, terlebih lagi sudah memiliki 600 ribu member di Bali dan member yang aktif sekitar 250 ribu.
“Kami optimis akan seperti semula lagi, namun akan bertahap. Kita akan berjalan pelan-pelan,” ugkapnya.
Pria asal Bungkulan, Buleleng, ini pun menargetkan bisa menguasai 20 persen market ritel di Bali.
Dia berharap, dengan menggunakan konsep baru ini Hardys bisa lebih berkembang kedepannya ditambah dengan manajemen dari Hardys sendiri.
“Pantauan selama ini UKM juga menunjukkan transaksi yang lumayan tinggi. Kita hanya membantu manajemen saja agar pengelolaannya tertata,” harapnya.
Mengenai karyawan, saat ini karyawan di Hardys Tabanan berjumlah 60 orang. 90 persen merupakan karyawan lama dan 10 persen karyawan baru. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/hardys_20180705_110543.jpg)