Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Kerinduan Antara Gunung dan Laut Adalah Kerinduan Kesadaran Murni dengan Sakti

Gunung selalu memberi basuhan batin dalam penciptaan karya sastra baik itu Siwaratri Kalpa, Boma, maupun Kakawin Ramayana

Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA
Gunung Agung (kanan) dan Gunung Batur (kiri) di pagi hari. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gunung selalu memberi basuhan batin dalam penciptaan karya sastra baik itu Siwaratri Kalpa, Boma, maupun Kakawin Ramayana.

Karena pasti ada suatu adegan yang menceritakan tentang gunung, sebagaimana dalam Kakawin Ramayana yang juga ada menceritakan tentang pertapaan Sang Arjuna di Gunung Indrakila.

"Dalam penggambarannya, gunung juga disebut cala yang berarti diam, tak bergerak yang menunjukkan kesadaran bapa akasa, karena gunung ini merupakan daratan yang paling dekat dengan angkasa," kata Staf Pusat Kajian Lontar Unud, Putu Eka Guna Yasa, Minggu (15/7/2018).

Sementara laut disebut sebagai acala atau yang bergetak terus.

Kerinduan antara gunung dan laut dalam teks Arjuna Pralabda menurut Guna, dianggap sebagai kerinduan antara bapa akasa atau purusa atau kesadaran murni dengan maya sakti dari Dewi Parwati.

Sehingga ada konsep Siwa dengan saktinya.

"Itulah yang dicari para pujangga untuk basuhan batinnya dulu. Sehingga seorang Mpu Kanwa yang diduga hidup pada masa pemerintahan Raja Airlangga adalah orang yang mesusupan ring pasir ukir. Pasir itu laut dan ukir itu gunung," imbuhnya.

Buktinya saat melukiskan Arjuna yang sudah mendapatkan anugerah Pasupati Sastra di Gunung Indrakila, di sana ia menyembah pada puncak Gunung Indrakila karena dari sana adalah sumber kebahagiaan itu datang.

Gunung juga dianggap salah satu poros penghasil amerta untuk jagat.

"Menurut Geguritan Yadnyengukir yang dikarang Ida Pedanda Ngurah ada istilah susila sila ring sala berlakulah secara etik terhadap gunung," kata Guna.

Gunung merupakan tempat tumbuh-tumbuhan dan sekaligus tempat hewan untuk hidup, oleh karena itu ekosistemnya mesti terus dijaga berkesinambungan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved