Pagelaran Cinta Putih, Pembuktian Karya Anne Avantie untuk Indonesia
Busana-busana yang dikenakan para model merupakan sentuhan tangan dingin Anne Avantie
Penulis: Rizal Fanany | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Putri Indonesia 2018, Sonia Vergina, Putri Indonesia Lingkungan, Vania Herlambang, dan Putri Indonesia Pariwisata Situngkir Wilda, bersama sejumlah model mengenakan kebaya berlenggak-lenggok di atas panggung dalam pagelaran Cinta Putih di Rumah Luwih Beach Resort, Gianyar, Jumat (27/7/2018) malam.
Busana-busana yang dikenakan para model merupakan sentuhan tangan dingin Anne Avantie.
Pagelaran ini sekaligus mengantarkan Anne menuju 29 tahun berkarya menjadi seorang perancang busana otodidak yang dididik oleh alam dan lingkungan sekitar.
Karya dia merupakan perwujudan inspirasi budaya, tradisi, dan religius.
“Ini merupakan malam yang spektakuler. Saya tidak menyangka panggungnya sangat besar, harusnya pameran ini sampai tiga hari," kata desainer kebaya kontemporer sembari tertawa.
Menurutnya, pagelaran Cinta Putih menjadi pembuktian karya Anne Avantie untuk Tuhan dan Indonesia.
Lewat pagelaran ini, Anne Evantie ingin memperlihatkan bahwa karya-karya yang dipersembahkan untuk Indonesia merupakan wujud cinta yang putih.
"Sepulang saya dari Bali, saya berharap akan menjadi inovasi untuk industri fashion," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/putri-indonesia-2018-sonia-vergina_20180728_085722.jpg)