Kisah Kunjungan Soekarno ke Jepang Dianggap Tak Resmi, 20 Anggota Yakuza Jadi Bodyguard Dadakan

Salah satu kisah yang paling menarik adalah ketika presiden Soekarno pergi ke Jepang pada tahun 1958 silam.

Editor: Ady Sucipto
Istimewa/via rosodaras.wordpress
Soekarno berpidato 

Namun, jasad Soekarno dimakamkan di kota Blitar.

Walaupun Soekarno pernah meminta agar dirinya dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor, namun pemerintahan Presiden Soeharto memilih Kota Blitar, Jawa Timur, sebagai tempat pemakaman Soekarno.

Hal tersebut ditetapkan lewat Keppres RI No. 44 tahun 1970.

Jenazah Soekarno dibawa ke Blitar sehari setelah kematiannya dan dimakamkan keesokan harinya bersebelahan dengan makam ibunya.

Soekarno juga sempat menuliskan sepucuk surat sebelum kepergiannya.

Surat tersebut ditunjukkan untuk putra sulung kebanggaannya, Guntur Sukarnoputra.

Dikutip dari Pos Belitung, dalam wasiat terakhirnya untuk Guntur itu, tersirat harapan besar Sukarno pada Guntur untuk bisa menjadi sosok berani seperti dirinya.

Soekarno ingin putra yang sering dipanggilnya Tok itu untuk tampil dan membuktikan bahwa dirinya pantas menjadi penerus sang ayah.

Guntur Soekarno saat menghadiri temu kangen Soekarnois dan Marhaenis Jawa Timur (Kompas.com/Achmad Faisal)
"Tok, engkau adalah anak sulung Putra Sang Fajar. Sebab, bapakmu dilahirkan pada waktu fajar menyingsing."

"Fajar 6 Juni yang sedang merekah di ujung timur. Dan engkau lahir pada tahun keberanian, juga menjelang fajar 3 November saat mana hegemoni kekuasaan Jepang semakin suram sinarnya."

"Nah, seperti halnya bapakmu, engkau pun pantas menyambut terbitnya matahari."

"Jadilah manusia yang pantas menyambut matahari terbit," tulis Sukarno dalam surat yang diungkapkan Guntur dalam bukunya 'Bung Karno, Bapakku Kawanku dan Guruku'.

"Ingat, yang pantas menyambut terbitnya matahari itu hanya manusia-manusia abdi Tuhan, manusia-manusia yang manfaat."

"Karena itu jangan cengeng! Buktikan kepada setiap orang yang menatapmu, bahwa engkau memang pantas menjadi anak sulung Sukarno," tutup Sukarno.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kunjungan Presiden Soekarno (Bung Karno) ke Jepang - Dianggap Tak Resmi, Dikawal 20 Anggota Yakuza, 

(Penulis: Putra Dewangga Candra Seta) 

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved