Pilpres 2019
PDIP Bali Sambut Duet Jokowi-Ma'ruf, Kadek Diana: Kami Siap Mengamankan Keputusan DPP
Keputusan Joko Widodo (Jokowi) untuk memilih Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) dalam Pilpres 2019 mendapat sambutan
Penulis: Ragil Armando | Editor: Ady Sucipto
"Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas di seluruh tanah air mengapa Kiai Maruf Amin yang dipilih. Profesor Doktor Kiai Haji Ma`ruf Amin lahir di Tangerang, 11 Maret 1943 adalah sosok agamawan bijaksana," katanya.
JK Jadi Timses
Sementara itu, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebutkan, tim sukses (timses) Jokowi-Ma'ruf Amin akan dipimpin oleh politikus senior Golkar, Jusuf Kalla (JK).
"Jadi yang penting tadi bapak presiden juga memberikan arahan bahwa timsesnya adalah Pak Jusuf Kalla," ujar Airlangga di Plataran Resto, Jakarta.
Wakil Ketua DPD PDIP Bali, Kadek Diana, mengatakan, pihaknya akan segera melakukan sosialisasi pasangan Jokowi-Ma`ruf Amin di masyarakat. Ia juga mengatakan langsung sosialisasi di media sosial (medsos) begitu pasangan tersebut diumumkan.
"Sudah, sudah ramai juga di medsos, sudah sekalian sosialisasi dengan Pemilihan Legislatif (Pileg) juga. Kan bersamaan, ibarat menyelam sambil minum air," ucapnya.
Mengenai pembentukan tim kampanye daerah, ia mengaku pihaknya belum melakukannya. Ketua Fraksi PDIP DPRD Bali ini mengatakan, DPD PDIP Bali masih menunggu arahan dan instruksi dari pusat.
"Belum, nanti itu. Kita tunggu arahan dan instruksi dari pusat, yang pasti akan seperti itu. Kan tim kampanye gabungan dari partai koalisi," tukasnya.
Secara terpisah, Ma'ruf Amin mengatakan dirinya tidak menyangka dirinya dipilih sebagai cawapres oleh Jokowi dalam Pilpres 2019.
Ma'ruf menilai, pemilihan dirinya adalah bentuk penghargaan Jokowi terhadap ulama.
"Saya anggap pemilihan saya bukan semata-mata karena saya, tapi ini penghargaan pada ulama. Pak Jokowi benar-benar memilih ulama," ujar Ma'ruf di Kantor PBNU Jakarta Pusat, Kamis (9/8) malam.
Selain itu, Ma'ruf menilai pemilihan dirinya adalah suatu penghargaan kepada organisasi Nahdlatul Ulama (NU).
Ma'ruf mengucapkan terima kasih kepada para ulama yang telah mendukungnya untuk menjadi cawapres. Ia juga berterima kasih kepada seluruh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Ma'ruf menganggap dirinya tak akan dipilih apabila tidak menjabat sebagai rais aam PBNU. "Artinya, Pak Jokowi menghargai ulama, menghargai NU, ini luar biasa," kata Ma'ruf.
Ma`ruf mendatangi kantor PBNU sekitar pukul 20.40 Wita. Dia tampak mengenakan kemeja putih dilapisi jas abu-abu dan peci hitam dengan bawahan kain sarung ungu.