Gempa Bumi Lombok

Trauma Guncangan Gempa Lombok 6,9 SR, 13 Pasien RSUP Sanglah Dipindah ke Tenda Darurat

Akibat gempa 6.9 SR yang mengguncang Lombok, membuat beberapa pasien di RSUP Sanglah minta dipindahkan ke tenda darurat.

Trauma Guncangan Gempa Lombok 6,9 SR, 13 Pasien RSUP Sanglah Dipindah ke Tenda Darurat
Tribun Bali/Putu Supartika
Pemindahan pasien yang dirawat di tenda darurat di RSUP Sanglah, Denpasar, Senin (20/8/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akibat gempa 6.9 SR yang mengguncang Lombok, membuat beberapa pasien di RSUP Sanglah minta dipindahkan ke tenda darurat.

Pasien yang minta pindah tersebut yaitu pasien dari Ruang Angsoka dan Cempaka dua dan tiga.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah, Dr. dr. I Ketut Sudartana, Senin (20/8/2018) pagi.

"Oleh karena gempa malam kemarin sebanyak tiga kali berturut-turut, beberapa pasien dan keluarga minta di pindahkan. Mereka yang dipindah berasal dari ruang Angsoka dan Cempaka tiga dan dua," katanya.

Yang dipindah ke tenda darurat adalah pasien dari ruang Angsoka berjumlah 13 pasien.

Dan untuk pagi ini pukul 08.00 Wita, mereka sudah dipindahkan ke ruang Kamboja dan Bakung Barat maupun Bakung Timur.

"Malam ke tenda ada 13 pasien dan hari ini sudah di pindahkan ada ke Kamboja, Bakung Barat atau timur," imbuhnya.

Sementara untuk pasien di ruang Cempaka ada pasien kandungan, bayi dan anak-anak dipindah ke ruang Cempaka Lama sekitar 40 orang pasien.

"Untuk perawatan pasien tetap perlangsung seperti biasa baik pemberian obat dan lain-lain. Dari segi pelayanan kesehatan tidak jadi masalah. Itu karena pasien dan keluarga trauma," imbuhnya.

Pasien ini belum dikembalikan ke ruangan awal karena masih trauma dan belum mau dipindah ke ruang awal sekarang.

"Dari segi keamana gedung kami tidak ada masalah. Mereka umumnya memilih di lantai 1 agar gempa cepat evakuasi ke luar," jelasnya.

Walaupun ada beberapa yang sempat menolak dipindahkan dari tenda, namun akhirnya mereka mau.

"Kami minta tolong agar dirawat di ruangan. Agar tidak dirawat di tenda kan panas," jelasnya. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved