Buah Manis Deklarasi Panmunjom, Pertemuan Lansia Korsel dan Korut yang Terpisah Akibat Perang
Keduanya terpisah akibat Perang Korea 1950-1953, namun bertemu kembali setelah 68 tahun melalui reuni
"Saya bakal berkata 'Ayah, Ibu, saya bertemu Jong Song. Dia masih hidup. Ini berkat doa kalian. Terima kasih'," ujar Lee.
Di antara 89 keluarga Korsel yang ikut dalam reuni, ada yang tidak seberuntung Kim maupun Lee Soo-nam karena bertemu saudara kandungnya.
Lee Byung-joo bertemu dengan para keponakannya setelah sang kakak sudah meninggal.
Meski begitu, pria 90 tahun itu tetap bersukacita.
"Kini, setelah bertemu mereka, segala penderitaan hidup saya telah hilang. Kakak saya masih punya garis keturunan," kata Le Byung-joo.
Reuni yang berlangsung hingga Rabu tersebut merupakan buah pertemuan antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Panmunjom, 27 April lalu.
Pertemuan keduanya menghasilkan Deklarasi Panmunjom yang salah satunya mempercepat reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea.
Sejak 2000, dua Korea telah melaksanakan 20 reuni keluarga. Total ada 57.000 orang Korsel yang menunggu untuk bertemu keluarga mereka di Utara.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kakak, Jangan Menangis, Janganlah Menangis"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kembali-bertemu_20180527_152842.jpg)