Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Buah Manis Deklarasi Panmunjom, Pertemuan Lansia Korsel dan Korut yang Terpisah Akibat Perang

Keduanya terpisah akibat Perang Korea 1950-1953, namun bertemu kembali setelah 68 tahun melalui reuni

Tayang:
Editor: Irma Budiarti
Twitter/Cheong Wa Dae via KOMPAS.com
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) berjabat tangan dengan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae In di kawasan demiliterisasi Panmunjom pada Sabtu (26/5/2018). 

"Saya bakal berkata 'Ayah, Ibu, saya bertemu Jong Song. Dia masih hidup. Ini berkat doa kalian. Terima kasih'," ujar Lee.

Di antara 89 keluarga Korsel yang ikut dalam reuni, ada yang tidak seberuntung Kim maupun Lee Soo-nam karena bertemu saudara kandungnya.

Lee Byung-joo bertemu dengan para keponakannya setelah sang kakak sudah meninggal.

Meski begitu, pria 90 tahun itu tetap bersukacita.

"Kini, setelah bertemu mereka, segala penderitaan hidup saya telah hilang. Kakak saya masih punya garis keturunan," kata Le Byung-joo.

Reuni yang berlangsung hingga Rabu tersebut merupakan buah pertemuan antara Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong Un di Panmunjom, 27 April lalu.

Pertemuan keduanya menghasilkan Deklarasi Panmunjom yang salah satunya mempercepat reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea.

Sejak 2000, dua Korea telah melaksanakan 20 reuni keluarga. Total ada 57.000 orang Korsel yang menunggu untuk bertemu keluarga mereka di Utara.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kakak, Jangan Menangis, Janganlah Menangis"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved