Gempa Bumi Lombok

3 Hal Ini Akan Dilakukan Tim BNPB untuk 'Lombok Bangun Kembali'

Wisnu Widjaja dalam teleconferencenya, mengaku bahwa saat ini yang menjadi prioritas oleh BNPB adalah pembangunan rumah.

3 Hal Ini Akan Dilakukan Tim BNPB untuk 'Lombok Bangun Kembali'
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
13 Ton Bantuan Untuk Korban Gempa Lombok Dikirim Dari Bali Gunakan Pesawat Hercules, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam acara bertajuk "Art For Humanity" di areal Taman Ubersari warung Pan Brayut dan Kubu Kopi Jalan Hayam Wuruk Denpasar Timur, juga sempat mengadakan teleconference dengan Deputi 1 Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penggulangan Bencana (BNPB), B Wisnu Widjaja.

Hanya sekitar sembilan menit percakapan terjadi bersama Wisnu Widjaj yang juga Koordinator Pos Pendampingan Nasional (Pospenas) Gempa Lombok.

Baca: Art For Humanity, Empati Seniman Bali untuk Warga Lombok

Baca: Tangis Marah Luis Milla Diungkap Bima Sakti, Sosok Ini Disebut Bisa Membuat Milla Tetap di Indonesia

Baca: SEDANG BERLANGSUNG LIVE STREAMING Lalu Muhammad Zohri Tanpa Beban di Kelas 100 Meter Putra

Wisnu Widjaja dalam teleconferencenya, mengaku bahwa saat ini yang menjadi prioritas oleh BNPB adalah pembangunan rumah.

Senin depan (27/8/2018) akan ada apel pendampingan rumah dari mahasiswa Universitas Mataram dan Univeristas Indonesia.

Dan situasi di Lombok saat ini adalah dalam situasi Lombok melakukan Gerakan "Lombok Bangun Kembali".

"Sekarang gerakannya adalah gerakan "Lombok Bangun Kembali" untuk memulihkan Lombok yang rumah-rumah warga hancur. Di sisi lain, masyarakat di sini dalam menjalani perekonomiannya ialah menjual cabai, cengkeh dan jambu mente, mentenya maksudnya," ucapnya, Sabtu (25/8/2018).

Wisnu menjelaskan, bahwa status Lombok terbagi dalam tiga keadaan darurat.

Baca: Roy Kiyoshi Punya Program Acara Baru, Tak Lepas dari Sisi Jahat, Kejam, Pilu dan Kisah Ironis

Baca: Video Hotman Paris Cecar Dewi Perssik Soal Operasi Keperawanan, Depe Bikin Pengakuan Baru

Di antaranya siaga darurat seperti halnya ketika Gunung Agung sebelum meletus.

Jadi, bencana yang terjadi ialah tanggap darurat. Kemudian status darurat pada saat-saat kemarin ialah rehabilitasi rekonstruksi operasi dan penyelamatan besar (sudah dilakukan).

Kemudian, saat ini ialah status darurat rehablitasi memungsikan kembali kehidupan masyarakat.

"Itulah tiga status untuk Lombok. Saat ini ialah memfungsikan kembali kehidupan masyarakat," ungkpanya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved