Dharma Wacana

Mengapa Bangunan di Bali Harus Dipelaspas Sebelum Dimanfaatkan?

Dia tidak akan bisa memberikan perlindungan pada penghuninya. Sering terjadi, kalau tidak dipelaspas, penghuninya akan celaka.

Mengapa Bangunan di Bali Harus Dipelaspas Sebelum Dimanfaatkan?
Tribun Bali/Putu Supartika
Ilustrasi banten 

Oleh:  Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda

TRIBUN-BALI.COM - Menurut masyarakat Hindu di Bali, setiap jengkal tanah yang ditempatinya merupakan areal yang angker.

Karena itu, setiap membuat bangunan, baik itu rumah tinggal, toko dan sebagainya, masyarakat tidak akan berani memanfaatkannya sebelum menggelar ritual melaspas atau memberikan energi suci pada tempat tersebut.

Sebab sering dibuktikan, orang yang memanfaatkan bangunan yang belum disucikan, kerap tertimpa masalah.

Baik masalah kesehatan, ekonomi hingga permasalahan sosial.

Dalam ajaran agama Hindu, setiap benda yang ada di alam semesta ini memiliki energi positif atau suci.

Dalam keyakinan umat Hindu di Bali, energi suci itu akan hidup, dan memberikan vibrasi positif pada setiap hal yang memanfaatkannya, setelah dipelaspas. Jangankan benda alam, manusiapun melakukan hal demikian pada dirinya.

Atman, yang diyakini sebagai bagian dari Ida Sang Hyang Widhi yang berada di dalam tubuh manusia, harus dibangkitkan menjadi energi suci melalui upacara sarira samskara, dalam bentuk Manusa Yadnya.

Karena itu, setiap kita akan membuat bangunan, baik itu rumah, atau bangunan apapun itu, harus dipelaspas sebelum ditempati.

Sebab di dalam bangunan itu, ada unsur yang disebut material alam.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved