Survei LIPI: 40 Persen Penghambat Pemilu Adalah Sara dan Politik Identitas
Sebagaimana hasil survei yang dilakukan oleh LIPI, ada tiga penghambat pemilu yang paling berpengaruh di Indonesia
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagaimana hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), ada tiga penghambat pemilu yang paling berpengaruh di Indonesia.
Hal ini disampaikan oleh Staf Ahli Kemkominfo, Ahmed Kurnia saat acara Editor's Forum dengan tajuk Media Bermartabat untuk Pemilu Berkualitas, di Grand Inna Bali Beach, Rabu (29/8/2018).
Penghambat pertama yaitu sara dan politik identitas yang dipilih oleh 40 persen responden, selain itu intoleransi 21 persen, dan radikalisme 10 persen.
Sedangkan potensi permasalahan saat pemilu yaitu sengketa hasil pemilu dipilih responden sebanyak 76.6 persen.
"Ketidaknetralan birokrasi sebesar 66.2 persen dan golput dipilih 53 persen responden," kata Ahmed.
Sehingga dengan kehadiran media massa diharapkan dapat memberikan nuansa pemberitaan yang menjawab tantangan tersebut, dan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat sehingga bisa menekan permasalahan termasuk menekan angka golput. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penandatanganan-kesepakatan-media-bermartabat-dan-berintegritas-oleh-insan-pers-di-bali_20180829_171018.jpg)