Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali Paradise

Nongkrong Bareng Menu Murah Meriah, Warung Kumpul Makan Hadirkan Warteg Naik Kelas

Godaan pepes ikan, krawu, sop buntut, cumi hitam, rendang, sayur lodeh, dan menu nusantara lainnya tak akan bisa ditolak

Tayang:
Penulis: Ni Putu Diah paramitha ganeshwari | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Ni Putu Diah Paramitha Ganeshwari
Warung Kumpul Makan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tagline restoran ini tergolong unik.

Bunyinya ‘kumpul gak kumpul yang penting makan’, kebalikan dari apa yang orang dengar dari nenek moyang dulu ‘makan gak makan, yang penting kumpul’.

Di Warung Kumpul Makan, tagline ini seolah memang berlaku.

Meskipun niat awal datang hanya untuk ingin ngumpul bareng teman, namun begitu melihat apa yang disajikan Kumpul Makan... Hmmm, selera makan seketika memanggil.

Godaan pepes ikan, krawu, sop buntut, cumi hitam, rendang, sayur lodeh, dan menu nusantara lainnya tak akan bisa ditolak.

Penampilan luar warung makan yang berlokasi di Jalan Raya Sesetan No 200 Denpasar ini tergolong modern.

Aksen kontainer pada bagian papan nama, serta jendela kaca yang lebar di sisi depan barangkali membuat orang menduga kalau mereka menjual makanan ala Barat.

Namun begitu masuk, barulah sadar jika menu yang dijual di tempat ini sangat Indonesia.

Etalase kaca yang memajang makanan siap saji memperlihatkan jiwa sesungguhnya dari Warung Kumpul Makan.

Dalam etalase itu diletakkan menu masakan rumahan, yang tentunya akrab di lidah orang Indonesia.

“Konsep tempat makan kami sesungguhnya adalah warteg, namun versi naik kelas,” ucap pemilik Kumpul Makan, Yovie Setiawan.

Naik kelas yang dimaksudnya adalah disajikan di ruangan yang terkesan retro dan modern.

Soal tampilan makanan dan cita rasanya tetaplah khas Indonesia.

Pengunjung yang datang terlihat menikmati apa yang disajikan.

Rupanya menu lokal tetap dicintai dengan kesederhanaannya.

Meskipun menu sudah siap saji di etalase kaca, rupanya sistem pesannya tak seperti warteg yang menggunakan sistem tunjuk-comot.

Beberapa menu sudah dipaketkan bersama nasi putih.

Kalaupun ada menu yang tidak termasuk dalam paket, bisa dipesan secara ala carte (terpisah).

Sensasi makan pun cenderung lebih puas.

Beberapa menu yang wajib coba di sini adalah pepes patin dan cumi hitam.

Warung Kumpul Makan

Pepes patin adalah makanan khas Kalimantan.

Di daerah tersebut, ikan patin menjadi olahan favorit warga setempat.

Daging patin yang lembut dan gurih siap menyajikan kenikmatan bagi mereka yang mencobanya.

“Ikan patin kami datangkan langsung dari Kalimantan. Kelebihan dari Patin Kalimantan adalah cita rasanya yang lebih gurih dan tidak ada ‘rasa tanah’. Lebih nikmat,” kata Yovie.

Cumi hitam atau cumi ireng khas Surabaya pun menjadi menu rekomendasi.

Warung Kumpul Makan

Masakan ini memiliki cita rasa yang sedikit pedas, namun nikmat.

Tinta hitam cumi yang ditambahkan dalam adonan bumbunya menjadikan makanan ini lebih mantap.

Penikmat daging ayam dan sayuran pun bisa menikmati menu-menu pilihan dari Kumpul Makan.

Sajian ayam geprek dan ayam goreng menjadi favorit pelanggan.

Warung Kumpul Makan

Baru-baru ini, Kumpul Makan pun meluncurkan menu terbaru mereka yaitu ayam goreng yang dilumuri saos telur asin.

“Agar pelanggan tidak bosan, kami akan terus menambahkan menu-menu baru. Menu ini biasanya ditambahkan setidaknya dua minggu. Biasanya tambahan menu ini kami umumkan via media sosial. Kami juga cukup sering mengadakan promo,” jelas dia.

Warung Kumpul Makan tidak hanya menyajikan menu penggugah selera.

Tempat ini pun boleh jadi rekomendasi tempat makan dengan harga ramah kantong.

Hanya dengan Rp 10 ribu, pengunjung sudah bisa kenyang menyantap makanan di sini.

Pengunjung boleh menambah nasi dan empat jenis sambal sepuasnya.

Air putih pun bisa diisi ulang dengan cuma-cuma.

Staf sudah menyiapkan gelas bersih, pengunjung boleh bebas ambil air putih sendiri di dispenser.

Serasa bersantap di rumah sendiri ya.

Ajak Pelanggan Sadar Kebersihan

Warung Kumpul Makan ingin mengajak pengunjungnya sadar akan kebersihan.

Mereka mengimbau agar pengunjung membereskan sendiri piring dan gelas sehabis makan.

Cara membereskannya pun tidak sulit.

Pengunjung tinggal membawa piring dan gelas di lemari pojok yang letaknya tak jauh dari meja makan.

Tidak sulit bukan?

“Di beberapa restoran besar pun sudah ada ajakan serupa. Hal ini saya lihat positif untuk mengajarkan masyarakat tentang menjaga kebersihan. Sejauh ini ada pelanggan yang secara sadar merapikan peralatan makannya sendiri. Ada pula yang masih belum. Imbauan ini kami tulis di atas daftar menu dan sifatnya tidak memaksa,” jelas pemilik Kumpul Makan, Yovie Setiawan.

Kumpul Makan pun dapat menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin mengadakan gathering, misalnya arisan, ulang tahun, dan sebagainya.

Mereka juga menerima pesanan untuk catering dan nasi kotak.

“Selain masakan Indonesia, kami juga menyajikan kopi. Jenis kopi yang digunakan adalah kopi lokal, Arabika-Gayo. Biji kopi ini kami olah dengan teknik espresso based semisal latte dan cappucino. Kami juga menyajikan es kopi siap minum,” imbuh dia. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved