IMF World Bank Annual Meeting
Command Center di Bali Diperkuat 600 CCTV, Luhut: Info Mitigasi Kebencanaan, Teror, Semua Terdeteksi
Semua elemen dan komponen telah siap mendukung dan mengamankan jalannya pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)
Penulis: Rino Gale | Editor: Ady Sucipto
Dari kepolisian juga sudah melakukan operasi sejak bulan lalu yaitu cipta kondisi dengan kegiatan pembrantasan premanisme maupun narkoba yang bisa mengganggu kegiatan IMF-Bank Dunia tersebut.
Golose mengatakan semua tempat di dunia memiliki potensi bencana, namun yang perlu dilakukan yaitu dapat melayani atau memberikan emergency services pada para tamu atau delegasi.
"Persiapan Bali sudah luar biasa bukan hanya hardware atau software saja melainkan juga brainware atau sumber daya yang ada," katanya.
Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol A.A Made Sudana, sekaligus dari Satgas VVIP menambahkan, yang terpenting memang terkait pergerakan tamu delegasi dari rute hotel ke GWK.
Solusinya sudah disiapkan jalan alternatif. Di area kampus Udayana, nanti diarahkan menunju simpang kampus. Begitu juga dari arah Nirmala diarahkan lurus ke bawah atau melewati Kampial.
Ada 2021 ribu personil yang dikerahkan, sudah termasuk penjagaan rute, parkir, dan pengawalan. "Tidak ada penutupan jalan, hanya buka tutup saja," ujarnya.
Antisipasi Bencana
Sementara itu, Kasdam IX Udayana, Brigjen TNI Kasuri, mengungkapkan untuk antisipasi jika terjadi bencana pihaknya telah merancang penyelamatan 2 × 24 jam.
"Kita menata berbagai skenario kombinasi, mencoba menata bagaimana posibility-nya dengan target 2 x 24 jam semua delegasi sudah bisa tinggalkan Bali," katanya.
Berbagai jalur pemindahan baik jalur laut, udara, darat maupun darat telah dirancang. "VIP bawa ke Lombok yaitu Lembar lalu diterbangkan pakai pesawat. Membawa seluruh delegasi lain ke Banyuwangi dan Tanjung Perak 2 x 24 jam dan bisa selesai," jelas Kasuri.
Jalur evakuasi yang disusun telah sesuai dengan potensi ancaman.
Jika erupsi penyelamatan lewat laut dan darat, saat gempa dan diprediksi longsor digunakan jalur laut dan udara. Jika terjadi gempa, erupsi, dan tsunami penyelamatan lewat laut.
"Semua kemungkinan disiapkan. Termasuk kombinasi bencananya," ucapnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Putu Mantra, menambahkan untuk kesiapan BPBD sudah tidak perlu diragukan lagi dengan sarana dan prasarana, termasuk sistem evakuasi darat, laut, maupun udara.
"Personil kita 150-an lengkap dengan tenaga medis, dokter, perawat dan juga bekerjasama dengan BPBD kabupaten kota bila ada bencana," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/imf-world-bank_20180916_075745.jpg)