IMF World Bank Annual Meeting
Command Center di Bali Diperkuat 600 CCTV, Luhut: Info Mitigasi Kebencanaan, Teror, Semua Terdeteksi
Semua elemen dan komponen telah siap mendukung dan mengamankan jalannya pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)
Penulis: Rino Gale | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Semua elemen dan komponen telah siap mendukung dan mengamankan jalannya pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (Bank Dunia) 2018 di Nusa Dua, Badung, 8-14 Oktober nanti. Termasuk antisipasi bencana erupsi atau gempa dan tsunami.
Untuk pengamanan, Menko Bidang Kemaritiman yang sekaligus Ketua Panitia Nasional pertemuan IMF-Bank Dunia 2018, Luhut Binsar Panjaitan, telah meresmikan Command Center The Nusa Dua di ITDC, Nusa Dua, Badung, Sabtu (15/9).
Ada 600 titik CCTV yang terpasang di seluruh Bali untuk memperkuat Command Center ini. Di antaranya di kawasan BNDDC, Bandara Ngurah Rai, Jalan Tol Bali Mandara, dan tempat-tempat penting lainnya.
Luhut menyatakan Command Center The Nusa Dua bisa mengintegrasikan semua elemen-elemen dalam tugas gabungan. Fungsinya mengkontrol semua kegiatan dalam keadaan darurat maupun tidak darurat.
"Semua terpantau dalam Control Room ITDC & Polda Bali. Jadi Command Center sudah siap 95 persen. Saya pikir mabes TNI dan mabes Polri sudah melakukan kerjasama yang sangat baik dan berharap terpantau dengan baik," ujar Luhut saat meninjau serta meresmikan Command Centre tersebut.
Pangdam IX Udayana, Mayjen TNI Benny Susianto, pun menyatakan persiapan pertemuan IMF-Bank Dunia di institusinya sudah hampir 100 persen. Tinggal menunggu pelaksanaan saja.
"Mobilisasi sarana pendukung sudah tergelar tinggal haluskan saja. Command Center sudah berdiri sebagai sarana pengendalian pengamanan di tempat IMF," katanya saat mendampingi Luhut berkunjung ke UPT Pusdalops BPBD Privinsi Bali.
Tidak ada indikasi terjadinya ancaman selama pelaksanaan IMF-Bank Dunia. Bahkan untuk penanganan bencana pun pihaknya telah siap. "Kita siap, tapi informasi dari BMKG, Bali relatif aman," paparnya.
Untuk mengantisipasi masuknya ancaman terorisme, pihaknya juga melakukan cipta kondisi pada titik-titik pintu masuk ke wilayah Bali yang dimulai bulan lalu.
"Kita punya personil 5050 nanti deperkuat markas besar TNI kekuatannya ada 750 karena dia pengendalinya. Untuk Command Center, semua info mitigasi kebencanaan. teror. semua terdeteksi di Command Center," katanya.
Lebih lanjut ia meminta doa masyarakat agar acara akbar ini berlangsung lancar di Bali. "Doakan kami Kodam, Polda, dan jajaran mampu mengemban misi yang diberikan negara. Ini kehormatan buat kita termasuk masyarakat Bali," ujar Benny.
Pengamanan Perimeter
Kapolda Bali, Irjen (Pol) Petrus Reinhard Golose, menambahkan koordinasi terkait persiapan pengamanan lokasi sudah baik antara kepolisian dan militer. Begitu juga pengamanan rute untuk 14 tamu VVIP dan sekitar 288 tamu VIP ini.
"Yang ketiga, pengamanan lokasi yang kita sebut kampus 1 kampus 2 yaitu BNDCC dan BICC. Selama kegiatan berlangsung kita buat pengamanan perimeter, bagaimana mengamankan dengan kerjasama semua stakeholder," katanya.
Pada kegiatan Host Government yang berlangsung di GWK juga sudah siap mulai dari bagaiamana memindahkan 2600 orang sesudah acara termasuk pengamanan dan bagaimana saat kembalinya. "Kita sudah persiapkan dari sebelum acara yaitu dengan pra operasi, saat pelaksanaan dan pasca," ungkap Golose.
Dari kepolisian juga sudah melakukan operasi sejak bulan lalu yaitu cipta kondisi dengan kegiatan pembrantasan premanisme maupun narkoba yang bisa mengganggu kegiatan IMF-Bank Dunia tersebut.
Golose mengatakan semua tempat di dunia memiliki potensi bencana, namun yang perlu dilakukan yaitu dapat melayani atau memberikan emergency services pada para tamu atau delegasi.
"Persiapan Bali sudah luar biasa bukan hanya hardware atau software saja melainkan juga brainware atau sumber daya yang ada," katanya.
Dirlantas Polda Bali, Kombes Pol A.A Made Sudana, sekaligus dari Satgas VVIP menambahkan, yang terpenting memang terkait pergerakan tamu delegasi dari rute hotel ke GWK.
Solusinya sudah disiapkan jalan alternatif. Di area kampus Udayana, nanti diarahkan menunju simpang kampus. Begitu juga dari arah Nirmala diarahkan lurus ke bawah atau melewati Kampial.
Ada 2021 ribu personil yang dikerahkan, sudah termasuk penjagaan rute, parkir, dan pengawalan. "Tidak ada penutupan jalan, hanya buka tutup saja," ujarnya.
Antisipasi Bencana
Sementara itu, Kasdam IX Udayana, Brigjen TNI Kasuri, mengungkapkan untuk antisipasi jika terjadi bencana pihaknya telah merancang penyelamatan 2 × 24 jam.
"Kita menata berbagai skenario kombinasi, mencoba menata bagaimana posibility-nya dengan target 2 x 24 jam semua delegasi sudah bisa tinggalkan Bali," katanya.
Berbagai jalur pemindahan baik jalur laut, udara, darat maupun darat telah dirancang. "VIP bawa ke Lombok yaitu Lembar lalu diterbangkan pakai pesawat. Membawa seluruh delegasi lain ke Banyuwangi dan Tanjung Perak 2 x 24 jam dan bisa selesai," jelas Kasuri.
Jalur evakuasi yang disusun telah sesuai dengan potensi ancaman.
Jika erupsi penyelamatan lewat laut dan darat, saat gempa dan diprediksi longsor digunakan jalur laut dan udara. Jika terjadi gempa, erupsi, dan tsunami penyelamatan lewat laut.
"Semua kemungkinan disiapkan. Termasuk kombinasi bencananya," ucapnya.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Bali, Dewa Putu Mantra, menambahkan untuk kesiapan BPBD sudah tidak perlu diragukan lagi dengan sarana dan prasarana, termasuk sistem evakuasi darat, laut, maupun udara.
"Personil kita 150-an lengkap dengan tenaga medis, dokter, perawat dan juga bekerjasama dengan BPBD kabupaten kota bila ada bencana," katanya.
Sistem komunikasi yang ada juga di-link-kan ke semua komponen pendukung IMF. Terkait logistik juga sudah bekerjasama dengan Dinas Sosial.
Selain penanganan untuk delegasi IMF, untuk masyarakat lokal juga telah dilaksanakan sosialisasi kesiapsiagaan.
"Kalau ada bencana kita kerjasama dengan kabupaten/kota. Masyarakat kita termasuk sekolah, hotel juga telah diberi sosialisasi kesiapsiagaan oleh tim kabupaten/kota. Kita antisipasi seluruh bencana sampai erupsi, tsunami, termasuk terorisme," jelasnya.
Untuk sirene peringatan tsunami sudah terpasang di 9 titik yaitu di BTDC, Tanjung Benoa, Kedonganan, Kuta, Seminyak, Tanah Lot, Sanur, Serangan, dan Seririt.
Sirene ini diujicoba kelayakannya setiap tanggal 26 pukul 10.00 untuk memperingati tragedi Tsunami Aceh.
Melihat kesiapsiagaan petugas ini, Luhut pun memberi apresiasi. Ia memastikan semua satgas sudah siap menyambut pelaksanaan IMF-Bank Dunia yang tinggal tiga minggu lagi.
"Saya kira sudah cukup hebat untuk semua personil yang dikoordinasikan oleh Komando Operasi," ujarnya.
Ia pun menyampaikan kepada Mabes TNI/Polri agar bekerja dengan semaksimal mungkin untuk kelancaran event besar ini, serta berpegang pada sumpah prajurit. (rin/sup)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/imf-world-bank_20180916_075745.jpg)