Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

P3I Dukung Langkah KPI Dorong Biro Iklan ke Tayangan Berkualitas

P3I mempunyai alasan kuat dalam mendukung langkah KPI karena ada persoalan moral untuk menempatkan sebuah iklan dalam program yang baik

Penulis: Firizqi Irwan | Editor: Irma Budiarti
Istimewa
Ketua KPI Pusat bersama jajarannya saat memberikan cendera mata berupa piala kepada P3I yang hadir pada pertemuan di Kantor KPI Pusat pada Kamis (20/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Dalam mendukung langkah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) untuk memajukan kualitas siaran, Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) mendorong biro iklan dan pengiklan untuk menempatkan pada program siaran berkualitas, Jumat (21/9/2018).

"Upaya yang akan dilakukan P3I dengan mendorong orang yang punya kebijakan menaruh iklan di sebuah program," ujar Ketua P3I, Janoe Ariyanto.

Janoe mengatakan, P3I mempunyai alasan kuat dalam mendukung langkah KPI karena ada persoalan moral untuk menempatkan sebuah iklan dalam program yang memilki nilai lebih.

Hal ini dilakukan terkait persoalan nilai yang harus diperjuangkan, mengingat ini merupakan bagian untuk mencerdaskan kehidupan bangsa melalui penyiaran.

Persoalan penyiaran yang berkualitas tidak hanya menjadi tanggung jawab KPI tapi juga P3I.

"Jangan khawatir dan ragu, kami pembela apa yang dibela KPI. Kami punya orang-orang yang punya kemauan memperjuangkan hal itu. Ini pertanggungjawabkan sosial. Ini yang terus kami sampaikan," jelasnya.

"Tujuan kami mendukung survei indeks KPI ini dengan mengetuk hati media untuk diterima dengan baik. Tujuan kami sama karena punya masalah yang sama," tambahnya.

Ketua KPI Pusat, Yuliandre Darwis juga menyambut baik dukungan yang diberikan oleh P3I kepada KPI.

Bahwa langkah ini untuk mengembangkan kualitas siaran di Indonesia dengan mendorong pengiklan untuk beriklan pada program yang memang baik, mendidik dan juga berkualitas.

"Upaya bersama ini, KPI dan P3I adalah bagian tanggung jawab semua pihak untuk membangun bangsa ini melalui siaran yang sehat dan memang baik. Kami sudah punya data program mana saja yang nilainya sudah memenuhi standar berdasarkan hasil survey KPI," jelas Ketua KPI Pusat.

Komisioner KPI Pusat Ubaidillah menambahkan, KPI ikut bertanggung jawab membangun iklim usaha penyiaran agar tetap sehat.

Iklim penyiaran yang sehat dapat dilihat dari distribusi iklan pada program-program berkualitas.

Namun, kondisi yang terjadi saat ini, banyak siaran yang bagus tapi tidak berumur panjang karena suntikan iklannya sedikit.

"Kami berupaya untuk mendorong siaran tersebut untuk di-support. Kami sudah melihat ada niat baik dari stakeholder untuk mengubah hal itu dengan beriklan ke tayangan yang berkualitas," ujar Ubaidillah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved