Malam Terakhir Sebelum G30S Terjadi, ke Mana Perginya DN Aidit, Pemimpin Senior PKI?
Perginya pemimpin senior Partai Komunis Indonesia (PKI), DN Aidit pada malam terakhir sebelum G30S/PKI masih jadi teka-teki
Kali ini dua orang berseragam militer warna biru.
Tamu ini pun sempat dibentak istri DN Aidit, Soetanti, "Ini sudah malam."
Rupanya, dua orang tersebut bermaksud mengajak DN Aidit pergi.
Menurut kesaksian Ilham, Soetanti pun sempat ngotot agar DN Aidit tidak usah berangkat ke Istana.
Namun, DN Aidit tetap memutuskan pergi.
Hingga kini, 'hilangnya' DN Aidit masih menjadi misteri dan belum ada jawaban yang pasti.
Ada beberapa versi mengenai ke mana perginya DN Aidit.
1. Kesaksian Sudjono
Menurut kesaksian Mayor Udara Sudjono di Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub), dialah yang menjemput DN Aidit di rumahnya, bukan Pasukan Cakrabirawa.
Lalu, Sudjono membawanya ke rumah Sjam Kamaruzaman, Kepala Biro Chusus PKI di Jalan Salemba Tengah, Jakarta.
Di tempat itu, sudah ada sejumlah anggota Biro Khusus yang menunggu.
Biro Khusus dibentuk DN Aidit tanpa sepengetahuan pengurus pusat (CC) PKI.
2. Versi Victor Miroslav Fic
Menurut Victor Miroslav Fic dalam bukunya yang berjudul Kudeta 1 Oktober 1965: Sebuah Studi tentang Konspirasi, di rumah Sjam, DN Aidit melakukan cek terakhir Gerakan 30 September.
DN Aidit juga dipertemukan dengan Mayor Jenderal Pranoto Reksosamodro, perwira tinggi yang dekat dengan Presiden Sukarno.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/dn-aidit-pemimpin-senior-partai-komunis-indonesia-pki_20180929_153418.jpg)