Saat Jenazah Pria Ini Melintas, Seluruh Perawat & Staf Rumah Sakit di AS ini Berdiri Seraya Menangis
Tak hanya berbaris, para staf rumah sakit tersebut tampak berurai air mata ketika menyaksikan jenazah seorang pria dibawa menyusuri koridor.
Pihak Rumah Sakit St Luke juga tidak berkenan memberikan informasi terkait organ apa saja yang didonorkan sang pasien setelah meninggal.
Baca : Jadi Tukang Pijat & Bantu Jro Mangku di Pura, WN Jepang 5 Tahun Tinggal Tanpa Paspor di Nusa Penida
Manajer Humas Rumah Sakit St Luke, Anita Kissee keluarga pasien tidak memperbolehkan pihak rumah sakit untuk mempublikasikan identitas sang pendonor.
Namun, Anita berterima kasih karena mereka memperbolehkan rumah sakit untuk mengabadikan momen Honor Walk tersebut dalam sebuah video.
Ia mengungkapkan hal itu merupakan keputusan yang sulit karena tak semua keluarga pendonor yang berkenan melakukannya.
Baca : Kisah Bocah 12 Tahun Kehilangan Ortu Saat Gempa & Tsunami Sapu Palu, Asuh 2 Adiknya di Pengungsian
“Aku tersentuh dengan banyaknya orang yang berkumpul di sana. Tak banyak yang tak menangis. Saya bahkan berurai air mata. Sebuah kehormatan untuk diundang di sana untuk menyaksikan momen mengharukan ini,“ ujar Anita Kissee seperti dikutip Grid.ID dari DailyMail.co.uk.
Honor Walk merupakan tradisi yang dilakukan di Rumah Sakit St Luke sejak dua tahun lalu.
Seluruh staf rumah sakit tersebut akan berbaris di sepanjang koridor rumah sakit untuk menghormati pasien yang mendonorkan organnya setelah meninggal.
Tak hanya di Idaho, rumah sakit lain di Amerika Serikat saat ini diketahui juga melakukan tradisi serupa.
Artikel ini sudah tayang di Grid.id dengan judul Seluruh Staf Rumah Sakit di Amerika Serikat Ini Berbaris untuk Hormati Pasien yang Donorkan Organnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pasien-donor-organ-tubuh_20181005_144533.jpg)