Ngopi Santai

Ratna Sarumpaet dan Hal-hal yang Belum Selesai

Bangsa Indonesia baru saja disajikan sebuah pertunjukan yang membikin siapa saja yang menyaksikannya geleng-geleng kepala

Penulis: Widyartha Suryawan | Editor: Ady Sucipto
Tribunnews
Ratna Sarumpaet akhirnya jumpa pers mengakui telah mengarang cerita bohong tentang penganiayaan terhadap dirinya, Rabu (3/10/2018). Sebenarnya adalah operasi plastik. 

TRIBUN-BALI.COM, -- Bangsa Indonesia baru saja disajikan sebuah pertunjukan yang membikin siapa saja yang menyaksikannya geleng-geleng kepala, sedikit kaget, dan tertawa gemas ketika pertunjukan berakhir.

Sang Ratu Panggung, Ratna Sarumpaet talah berhasil menyihir jutaan pasang mata.

Drama operasi plastik yang dia pertontonkan kepada publik dari Sabang sampai Merauke bisa disebut sebagai karyanya yang sukses. Dan, Indonesia menjadi panggung akbar bagi Ratna.

Bahkan, sekelas mantan Danjen Kopassus Prabowo pun – juga Fadli Zon, Amin Rais, lalu Rachel Maryam, Hanum Rais, dan lingkarannya – merasa tertipu oleh pertunjukkan yang dipentaskan Ratna.

Kepada mereka, Ratna mengaku telah menjadi korban pemukulan hingga babak belur dan wajahnya lebam.

Sontak saja, mendengar kisah perih seorang perempuan yang selama ini selalu mendukung langkah Prabowo dan tim, mereka tersayat.

Tidak berpikir panjang, Prabowo yang didampingi garda terdepan timnya langsung menggelar konferensi pers dan menyatakan dukungannya agar kasus pemukulan terhadap Ratna segera diusut.

"Untuk melakukan tindakan seperti ini terhadap seorang perempuan ibu-ibu 70 tahun, saya kira ini suatu tindakan yang di luar batas,” kata Prabowo dengan nada tegas dan wajah prihatin saat jumpa pers secara live di salah satu televisi swasta nasional.

Tak lama setelah itu, Ratna mengeluarkan pernyataan mengejutkan bahwa dirinya hanya bersandiwara.

Ia mengakui dirinya telah berbohong. Tidak ada tonjokan pada wajah, melainkan dia hanya sedang melakukan operasi plastik.

"Jadi tidak ada penganiayaan, itu hanya cerita khayal entah diberikan oleh setan mana ke saya, dan berkembang seperti itu,” ujar Ratna.

Mendengar pengakuan Ratna tersebut, orang-orang yang dulu mendukung setiap langkahnya, kini berbalik dan pergi meninggalkan Ratna seorang diri.

Ratna dianggap bersalah. Ratna disebut pembohong.

Tapi, Ratna seorang pemain teater. Barangkali dia tidak menyangka jika drama operasi plastik yang dipentaskannya itu akan berbuntut ke ranah hukum.

Meskipun demikian, berurusan dengan aparat hukum bukan hal baru bagi Ratna.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved