Pertama di Indonesia, OOC Akan Umumkan Indeks Kesehatan Laut Bali
Society Indonesian on Environment (SIE) Bali mengadakan pengukuran Indeks Kesehatan Laut atau Ocean Health Index
Penulis: Putu Supartika | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Society Indonesian on Environment (SIE) Bali bekerja sama dengan pemerintah, instansi swasta maupun pendidikan seperti Unud mengadakan pengukuran Indeks Kesehatan Laut atau Ocean Health Index (OHI) di Bali.
Pengukuran OHI ini baru pertama dilaksanakan di Indonesia dan mengambil tempat di semua perairan yang ada di Bali.
Setidaknya pengukuran ini dilaksanakan oleh 24 organisasi dan dilaksanakan sesuai SK Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Kajian ini dimulai sejak tahun 2016 dengan menggunakan 10 indikator atau pertimbangan yaitu clean water, penyimpanan karbon, proteksi pesisir, ekonomi dan mata pencaharian, turis dan pariwisata, produk alami yang bukan untuk makanan, perikanan dan budidaya, kepekaan ruang perikanan, rakyat yang menjadi pelaut atau bendega serta biodiversity atau jenis dan habitat hewan laut.
Berdasarkan biodiversity-nya dapat dikumpulkan data sebanyak 900 spesies yang ada di perairan Bali mulai dari ikan hingga terumbu karang.
"Dalam hal ini ada 2 hal yang diukur yaitu status atau kondisi saat ini dan pemikiran terkait kondisi masa depan, berdasarkan data yang didapatkan hari ini," kata Hanggar Prasetio selaku Koordinator Rich to Rief (Nyegara Gunung) and Geografic Information System (GIS) SIE Bali saat konferensi pers Our Ocean Conference, yang diadakan oleh (SIEJ) bersama Conservation Indonesia (CI), Sabtu (27/10/2018), di Kantor Kompas Biro Bali.
Nantinya data dari 10 komponen itu akan dirata-ratakan sehingga diperoleh OHI ini.
"Dari data ini kita mengajak masyarakat untuk peduli lingkungan. Ini juga hal bagus untuk melihat kondisi perairan laut Bali," imbuhnya.
Data ini akan dipublish tanggal 30 Oktober 2018 mendatang dalam acara Our Ocean Conference (OOC) di BNDCC Nusa Dua Bali pada pukul 14.30 WITA oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikana Provinsi Bali, Made Gunaja. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/konferensi-pers-our-ocean-conference-yang-diadakan-oleh-siej-bersama-conservation-indonesia-ci_20181027_150339.jpg)