Hari Anak Internasional
Siswa di 18 Sekolah Ini Belajar di Luar Kelas, Begini Keseruan di SMP Negeri 9 Denpasar
Pelaksanaan kegiatan OCDay ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada bulan November.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - I Wayan Wahyu Krisna Suputra kelas VII D SMP Negeri 9 Denpasar terlihat serius belajar bersama teman-temannya di meja taman di sekolahnya.
Siswa di kelasnya dibagi ke dalam 5 kelompok dengan anggota setiap kelompoknya yaitu 7 sampai 8 orang.
"Hari ini kami belajar di luar ruangan. Ini pengalaman pertama, kami bisa belajar sambil menikmati keadaan di sekitar," kata Wahyu ketika ditemui di sekolahnya, Kamis (1/11/2018) pagi.
Ketika itu ia sedang belajar Bahasa Inggris dan didampingi seorang guru.
"Ini seru, tapi suara gurunya agak kecil kedengeran karena kan di luar," imbuhnya.
Sementara itu, salah satu Guru Bahasa Inggris SMPN 9 Denpasar, Ni Wayan Sumeni mengatakan hari ini siswanya belajar serentak di luar kelas dan pembelajaran berjalan seperti biasa.
"Tapi di sini siswa kami dibagi. Karena jumlah siswanya banyak kan sulit nyari tempat di luar. Kalau semua sekalian kan kashian siswanya duduk di bawah," kata Sumeni.
Jam pelajaran 1, 2, 3 siswa yang belajar di luar kelas adalah siswa kelas VII, jam 4, 5 kelas VIII, dan kelas IX pada jam 6, 7.
Ia mengatakan di sekolahnya ada 27 kelas, dengan jumlah siswa 1.044.
"Ini untuk semua mapel dilaksanakan di luar kelas dengan sistem belajar kelompok," imbuhnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Drs. I Wayan Gunawan, mengatakan ada 18 sekolah di Denpasar mulai dari satuan pendidikan TK hingga SMP secara serentak, melaksanakan Outdoor Classroom Day (OCDay).
Pelaksanaan kegiatan OCDay ini merupakan salah satu kegiatan untuk memperingati Hari Anak Internasional yang jatuh pada bulan November.
Program OCDay ini bagian dari mewujudkan sekolah ramah anak. Program OCDay ini merupakan program Pemerintah Pusat yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.
Program tersebut terdiri dari tiga jam pembelajaran di luar kelas untuk membuat anak tidak jenuh, menumbuhkan kreativitas, menggalakkan olahraga tradisional dan permainan tradisional.
"Sekitar tiga jam pembelajaran di luar kelas membuat anak tidak jenuh dan menumbuhkan kreativitas. Menggalakkan kembali olahraga tradisional dan permainan tradisional yang dulu pernah kita mainkan. Untuk hari ini 18 sekolah yang dicanangkan, nanti akan ada sekolah lain yang polanya bisa kita terapkan," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/belajar_20181101_123618.jpg)