Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa Anarkis di Pangkalan TNI AL Denpasar

Pangkalan TNI AL Denpasar menggelar simulasi penanganan aksi unjuk rasa anarkis oleh pasukan Dakura/PHH

Simulasi Penanganan Aksi Unjuk Rasa Anarkis di Pangkalan TNI AL Denpasar
Istimewa/Lanal Denpasar
Pangkalan TNI AL Denpasar menggelar simulasi penanganan aksi unjuk rasa anarkis oleh pasukan Dakura/PHH dalam rangka uji terampil Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) tingkat P1/P2 tahun 2018 di Mako Lanal Denpasar, Rabu (14/11/2018), kemarin. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pangkalan TNI AL Denpasar menggelar simulasi penanganan aksi unjuk rasa anarkis oleh pasukan Dakura/PHH, dalam rangka uji terampil Gladi Tugas Tempur (Glagaspur) tingkat P1/P2 tahun 2018 di Mako Lanal Denpasar, Rabu (14/11/2018) kemarin.

Kegiatan ini diawali dengan adanya unjuk rasa oleh ratusan massa yang berasal dari masyarakat Kampung Nelayan Pulau Serangan Denpasar.

Mereka menggelar aksi unjuk rasa di Pangkalan TNI AL Denpasar dengan tujuan menyampaikan aspirasi akibat dari penangkapan ABK kapal ikan/nelayan lokal yang melaksanakan penangkapan secara ilegal.

Sambil berteriak-teriak dengan suara lantang, mereka meminta kepada Komandan Lanal Denpasar agar memerintahkan anggotanya melepaskan kapal dan keluarga mereka, yang merupakan ABK Kapal Nelayan yang diamankan di Mako Lanal Denpasar.

Melihat situasi yang semakin tak terkendali dan mulai anarkis, Perwira Jaga Lanal Denpasar segera berkoordinasi dengan tim PHH Lanal Denpasar, agar mengirimkan tim PHH dan bantuan bantuan mobil water canon untuk menghalau massa agar tak semakin anarkis.

Selanjutnya, Perwira Jaga Lanal Denpasar didampingi anggota Pomal jaga mendatangi massa pengunjuk rasa dan berusaha meredam dengan mengajak 3 (tiga) orang perwakilan untuk bernegosiasi.

Merasa tidak puas dengan hasil negosiasi, massa pengunjuk rasa pun semakin memanas dan berusaha menerobos masuk, sambil bertindak anarkis dengan melempari tim Penindakan Huru Hara (PHH) Lanal Denpasar dengan batu dan botol.

Pasukan PHH Mako Lanal Denpasar pun terpaksa bergerak maju membentuk formasi untuk membubarkan massa pengunjuk rasa, dan menangkap beberapa orang yang dianggap sebagai provokator dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Gambaran simulasi dari Pangkalan TNI Angkatan Laut merupakan penanganan aksi unjuk rasa anarkis oleh pasukan Dakura/PHH, dalam rangka uji terampil Glagaspur tingkat P1/P2 tahun 2018 di Mako Lanal Denpasar.

Dalam uji terampil Glagaspur P1/P2 yang dilaksanakan di Lanal Denpasar tersebut diuji oleh tim uji dari Komando Latihan (Kolat) Koarmada II, yang diketuai oleh Ketua Tim Letkol Laut (P) Tamony dan Wakil Ketua Tim Uji Letkol Laut (P) Jawara Wimbo.

Dalam sambutannya saat menerima Tim Uji dari Kolat Koarmada II, Danlanal Denpasar Kolonel Laut (P) Henricus Prihantoko menyampaikan, kegiatan uji terampil Glagaspur Pangkalan yang dilaksanakan di Mako Lanal Denpasar itu merupakan gambaran hasil pembinaan Pangkalan secara terpadu, bertingkat dan berlanjut yang meliputi latihan teori dan praktek keterampilan, dan tentunya juga didapati temuan-temuan dari tim penilai.

"Semoga dengan ini diharapkan temuan-temuan tersebut harus ditindaklanjuti sebagai bahan evaluasi dalam pembinaan selanjutnya, sehingga Lanal Denpasar semakin baik, profesional serta menuju pangkalan TNI AL yang mempunyai standarisasi dan dijadikan tolak ukur terhadap kemampuan prajurit Lanal Denpasar sebagai evaluasi, guna peningkatan pelaksanaan latihan yang akan datang," kata Henricus.

Pihaknya juga berharap dapat lebih meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan keterampilan individu maupun kelompok prajurit Lanal Denpasar sehingga mampu melaksanakan fungsi dan tugas pokok prajurit TNI AL secara profesional.

Kegiatan uji terampil Glagaspur P1/P2 tersebut materi yang diujikan oleh Tim Uji dari Kolat antara lain, Pengecekan Software, Hardware dan Tes uji tulis meliputi, Kamla, SAR, Bahari, Komunikasi, Senjata, Dakhura, PDD, Watpers, Dukbek, Kesehatan dan PEK, Drill Komunikasi, Drill Kecakapan Bahari, Drill PBB, PDD, dan TUM.

Drill Menembak, Drill Renang Militer, Evakuasi Medis Laut, Drill Bongkar Pasang Senjata, Drill Anti Sabotase, Drill Hanlan, Drill PEK dan Evakuasi Media Darat. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved