Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Unik! Dedy Reru Melukis Motor Vespa Menggunakan Kopi

Di tangan Vinsencius Dedy Reru, kopi dijadikan sebagai pengganti cat dalam lukisan-lukisannya

Penulis: Rino Gale | Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali
Vinsencius Dedy Reru melukis motor Vespa dengan menggunakan cat berbahan kopi di rumahnya Jalan Tukad Badung, Denpasar, Jumat (16/11/2018). (Tribun Bali/Rizal Fanany) 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kopi tidak hanya untuk diseruput di sela-sela rutinitas.

Di tangan Vinsencius Dedy Reru, kopi dijadikan sebagai pengganti cat dalam lukisan-lukisannya.

Ketika Tribun Bali berkunjung ke kediamannya di Jalan Tukad Badung, Denpasar, Jumat (16/11/2018), Reru tampak menari-narikan kuasnya di atas badan motor Vespa.

Ia melukis beberapa sketsa wajah yang tampak klasik karena pewarnaannya menggunakan kopi.

Tema yang diusung dalam setiap lukisannya beraliran impresionis. Sehingga, ia memperhatikan betul raut serta mimik wajah yang dilukisnya.

"Saya ingin memperlihatkan visual Bali kekinian; bagaimana Bali menghadapi pengaruh budaya global. Contohnya ini, ada lukisan wajah penari Bali," ujarnya.

Rero menuturkan, saat ini dirinya sedang mengerjakan proyek dari seorang pengusaha kopi untuk melukis tiga dimensi di media motor Vespa menggunakan cat kopi.

"Saya dulu melukis dengan cat warna konvensional biasa. Tapi sejak 2015, ada seorang pengusaha kopi yang memberi tantangan untuk melukis dengan kopi, jadilah seperti sekarang," kisah Reru sembari melanjutkan lukisannya.

Melukis di badan Vespa, kata dia, cukup menantang karena ada lekukan-lekukan yang harus disiasati agar bisa memunculkan efek 3 dimensi.

Walaupun menggunakan kopi, lukisan Rero tidak mudah luntur. Sebab, sebelum diaplikasikan, bubuk kopi terlebih dulu dicampur dengan perekat.

Setelah lukisan jadi pun, ia kembali melapisi pernis sebagai lapisan pelindung agar cat berbahan kopi itu dapat tahan lama.

"Biasanya menghabisakan setengah kilogram kopi. Kopi yang digunakan merupakan kopi yang fresh atau baru, bukan ampas karena unsur warna coklat dan hitamnya kuat. Kemudian bahan tambahannya ada perekat khusus agar kopi menempel," katanya.

Dalam proses kreatifnya sebagai seorang pelukis, Rero telah menghasilkan ratusan lukisan dengan kopi sebagai pengganti cat warnanya. Lukisan-lukisannya itu ditempel di dinding rumahnya dan sebagian disimpan di ruangan ia melukis.

Selain di atas kanvas atau badan motor, Rero juga kerap melukis di berbagai media lainnya seperti gitar dan dinding.

Lukisan-lukisan kopinya tidak hanya diminati oleh orang dalam negeri. Tak jarang pula wisatawan luar negeri yang berlibur di Bali memburu lukisan kopi Rero.

Ia membandrol harga lukisannya dari Rp 500 ribu hingga Rp 1,5 juta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved